Bak Cinta yang Kering Ditelikung, Laut Aral Mengering Setelah 2 Sungai Sumber Mata Airnya Dialihkan
Sabtu, 27 November 2021 - 09:50 WIB
Tanpa aliran air 2 sungai itu, Laut Aral mulai menghilang. Pada tahun 2007, hanya sekitar 10% danau yang masih tersisa. Karena aliran air sungai digunakan untuk mengairi gurun di sekitarnya yang diubah menjadi lahan pertanian untuk kapas dan tanaman lainnya. (Baca juga; Danau-danau Kering Bermunculan, Bukti Bumi Bocor Tak Terbantahkan )
Saat menyusut, Laut Aral menjadi lebih asin dan menyerap lebih banyak polusi dari pupuk dan pestisida pertanian. Debu asin dari dasar danau yang terbuka menjadi bahaya kesehatan masyarakat. Perikanan dan masyarakat yang bergantung pada Laut Aral juga mulai kolaps.
Mengeringnya Laut Aral juga mempengaruhi iklim, wilayah sekitar mengalami musim dingin yang lebih dingin dan musim panas yang lebih panas dan lebih kering. "Ini adalah pertama kalinya benar-benar kering di zaman modern dalam 600 tahun terakhir," kata Philip Micklin, ahli geografi emeritus di Western Michigan University di Kalamazoo, dan ahli Laut Aral.
Dua foto dari Satelit NASA, satu diambil pada 25 Agustus 2000 dan foto lainnya diambil pada 19 Agustus 2014, menunjukkan perbedaan mencolok dalam penampilan Laut Aral. Perairan yang dulunya luas di lobus timur (ditunjukkan dalam warna hijau zamrud di foto satelit) telah menghilang. Gambar yang diambil oleh satelit NASA menunjukkan bahwa cekungan timur Laut Aral Selatan sekarang benar-benar kering.
Saat menyusut, Laut Aral menjadi lebih asin dan menyerap lebih banyak polusi dari pupuk dan pestisida pertanian. Debu asin dari dasar danau yang terbuka menjadi bahaya kesehatan masyarakat. Perikanan dan masyarakat yang bergantung pada Laut Aral juga mulai kolaps.
Mengeringnya Laut Aral juga mempengaruhi iklim, wilayah sekitar mengalami musim dingin yang lebih dingin dan musim panas yang lebih panas dan lebih kering. "Ini adalah pertama kalinya benar-benar kering di zaman modern dalam 600 tahun terakhir," kata Philip Micklin, ahli geografi emeritus di Western Michigan University di Kalamazoo, dan ahli Laut Aral.
Dua foto dari Satelit NASA, satu diambil pada 25 Agustus 2000 dan foto lainnya diambil pada 19 Agustus 2014, menunjukkan perbedaan mencolok dalam penampilan Laut Aral. Perairan yang dulunya luas di lobus timur (ditunjukkan dalam warna hijau zamrud di foto satelit) telah menghilang. Gambar yang diambil oleh satelit NASA menunjukkan bahwa cekungan timur Laut Aral Selatan sekarang benar-benar kering.
Lihat Juga :