Ilmuwan Catat 17.000 Seismik Terjadi di Gunung Berapi Bawah Laut Terbaru

Minggu, 24 Oktober 2021 - 10:21 WIB
"Sumber magma, reservoir, sangat dalam sekitar 34 mil (55 kilometer) di bawah tanah,” kata pemimpin peneliti studi Nathalie Feuillet, seorang ahli geosains kelautan di Paris Institute of Earth Physics (IPGP) kepada Live Sains Kamis 21 Oktober 2021.

Aktivitas seismik yang tiba-tiba ini mengejutkan, mengingat hanya dua gempa bumi yang terdeteksi di dekat Mayotte sejak 1972.

Aktivitas vulkanik terbaru berupa lapisan batu apung di laguna dekat pulau setidaknya berasal 4.000 tahun yang lalu.

Pada Juli 2018, para ilmuwan juga menyadari bahwa menurut data GPS, Mayotte bergerak ke arah timur sekitar 20 sentimeter per tahun. Pada saat itu, pulau hanya memiliki tiga atau empat stasiun GPS, sehingga para ilmuwan memasang sistem satelit navigasi global dan seismometer dasar laut di sekitar pulau untuk mempelajari lebih lanjut tentang perubahan geologis yang terjadi di sana.

Temuannya luar biasa: gabungan seismometer darat dan dasar laut menangkap 17.000 peristiwa antara Februari dan Mei 2019.

Dalam postingan tahun 2019 dia menulis tim beroperasi sepanjang waktu dan dipecah menjadi beberapa shift. Dalam waktu kurang dari 2 minggu terjadi hampir 800 gempa bumi besar (berkekuatan antara 3,5 dan 4,9).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!