Badai Matahari Timbulkan Panas yang Mendekati Suhu Neraka
Rabu, 13 Oktober 2021 - 13:13 WIB
NOAA sebut badai matahari diperkirakan akan mencapai Bumi sekitar pukul 12 tengah malam kemarin. FOTO/ IST
LONDON - Badai matahari yang tengah mendera bumi menibulkan panas berlebih, gelombang solar yang menghantam bumi dengan kecepatan lebih dari 500 kilometer per detik atau 1,8 juta kilometer perjam.
Seperti dilansir dari Expres.co.uk, Selasa (13/10/2021), Astronom Tony Phillips mengatakan, badai geomagnetik kelas G1 kecil yang puncaknya terjadi pada 12 Oktober 2021 ketika aliran angin matahari diperkirakan menghantam medan magnet bumi. BACA JUGA - Badai Matahari Paksa Industri Internet, Listrik, dan Penerbangan Siaga Satu
"Efek badai matahari timbulkan, The heat of hell alias mendekati panas Neraka. Bahan gas tersebut mengalir lebih cepat dari 500 km / s dari lubang ekuator di atmosfer matahari," katanya.
Phillips mengatakan, badai ini dikategorikan sebagai badai kelas G1 yang dapat menyebabkan "fluktuasi jaringan listrik yang lemah" dan dapat memiliki "dampak kecil pada operasi satelit".
Seperti diketahui, Matahari sering melepaskan suar matahari yang pada gilirannya meledakkan energi ke luar angkasa. Beberapa dari semburan matahari ini dapat menghantam bumi dan sebagian besar tidak berbahaya bagi planet kita.
Namun, matahari juga dapat melepaskan semburan api matahari yang sangat kuat sehingga dapat melumpuhkan teknologi bumi.
Seperti dilansir dari Expres.co.uk, Selasa (13/10/2021), Astronom Tony Phillips mengatakan, badai geomagnetik kelas G1 kecil yang puncaknya terjadi pada 12 Oktober 2021 ketika aliran angin matahari diperkirakan menghantam medan magnet bumi. BACA JUGA - Badai Matahari Paksa Industri Internet, Listrik, dan Penerbangan Siaga Satu
"Efek badai matahari timbulkan, The heat of hell alias mendekati panas Neraka. Bahan gas tersebut mengalir lebih cepat dari 500 km / s dari lubang ekuator di atmosfer matahari," katanya.
Phillips mengatakan, badai ini dikategorikan sebagai badai kelas G1 yang dapat menyebabkan "fluktuasi jaringan listrik yang lemah" dan dapat memiliki "dampak kecil pada operasi satelit".
Seperti diketahui, Matahari sering melepaskan suar matahari yang pada gilirannya meledakkan energi ke luar angkasa. Beberapa dari semburan matahari ini dapat menghantam bumi dan sebagian besar tidak berbahaya bagi planet kita.
Namun, matahari juga dapat melepaskan semburan api matahari yang sangat kuat sehingga dapat melumpuhkan teknologi bumi.
Lihat Juga :