Ilmuwan Bunyikan Alarm, Permukaan Laut Naik Lebih Cepat dari Perkiraan
Rabu, 29 September 2021 - 13:33 WIB
Para peneliti Antartika mengidentifikasi ancaman baru terhadap lapisan es terapung di benua es tersebut. Foto/dok
JAKARTA - Para peneliti Antartika mengidentifikasi ancaman baru terhadap lapisan es terapung di benua es. Bahkan para ilmuwan sudah membunyikan lonceng alarm karena permukaan laut global naik lebih cepat dari yang diperkirakan.
Tim ilmuwan di University of California, Irvine (UCI) dan NASA telah memeriksa secara rinci pelepasan gunung es yang dijuluki A-68 berukuran 2.240 mil persegi terlepas dari Antartika pada 2017.
Menurut penelitian, A68 kemungkinan terlepas dari rak Larsen C sebagai akibat dari penipisan melange es. Dalam kasus A-68, para ilmuwan melaporkan penipisan melange es membantu berkontribusi pada pecahnya gunung es.
BACA: Terlepas dari Antartika, Gunung Es Selauas London Nyaris Menjadi Bencana
Profesor Eric Rignot, ilmuwan sistem Bumi UCI mengatakan, penipisan melange es yang merekatkan sebagian besar lapisan es menyebabkan mundurnya lapisan es Antartika dengan cepat.
"Kita mungkin perlu memikirkan kembali perkiraan kita tentang waktu dan tingkat kenaikan permukaan laut dari hilangnya es kutub bisa datang lebih cepat dari yang diperkirakan," katanya dikutip Express.co.uk, Rabu (29/9/2021).
Tim ilmuwan di University of California, Irvine (UCI) dan NASA telah memeriksa secara rinci pelepasan gunung es yang dijuluki A-68 berukuran 2.240 mil persegi terlepas dari Antartika pada 2017.
Menurut penelitian, A68 kemungkinan terlepas dari rak Larsen C sebagai akibat dari penipisan melange es. Dalam kasus A-68, para ilmuwan melaporkan penipisan melange es membantu berkontribusi pada pecahnya gunung es.
BACA: Terlepas dari Antartika, Gunung Es Selauas London Nyaris Menjadi Bencana
Profesor Eric Rignot, ilmuwan sistem Bumi UCI mengatakan, penipisan melange es yang merekatkan sebagian besar lapisan es menyebabkan mundurnya lapisan es Antartika dengan cepat.
"Kita mungkin perlu memikirkan kembali perkiraan kita tentang waktu dan tingkat kenaikan permukaan laut dari hilangnya es kutub bisa datang lebih cepat dari yang diperkirakan," katanya dikutip Express.co.uk, Rabu (29/9/2021).
Lihat Juga :