Bangun Koloni di Mars, Ilmuwan Ciptakan Beton dari Plasma Darah Astronot
Rabu, 15 September 2021 - 08:24 WIB
Sebuah laporan tahun 2017 menghitung berapa biaya untuk membangun koloni di luar angkasa. Dari perhitungan itu diketahui, biaya pengiriman satu buah batu bata ke Mars bisa mencapai USD2 juta.
Untuk menghemat ongkos membawa material itu, eksperimen dilakukan menggunakan simulan regolith untuk Bulan dan Mars yang berasal dari lapisan atas tanah dan puing-puing di permukaan Bumi. Penelitian ini menunjukkan bahwa regolith ini dapat menjadi bahan bangunan yang layak.
"Tetapi kita masih perlu merekatkannya bersama-sama, dan di situlah beberapa bagian tubuh manusia bisa dimanfaatkan," katanya. Tahun lalu, tim ilmuwan internasional menemukan bahwa senyawa dalam urin manusia bisa membuat beton menjadi lebih kuat dan lebih fleksibel.
Kemudian bahan yang disebut AstroCrete, menggunakan protein yang disebut albumin, ditemukan dalam plasma darah manusia untuk mengikat beton bersama-sama. Menggunakan teknik fabrikasi sederhana, tim menggunakan albumin serum manusia untuk menghasilkan biokomposit regolith ekstraterestrial.
"Pada dasarnya, albumin serum manusia yang diproduksi oleh astronot in vivo dapat diekstraksi secara semi-kontinyu dan dikombinasikan dengan regolith Lunar atau Mars ," tulis para peneliti.
BACA JUGA: Cara Mengembalikan Chat WA yang Terhapus dengan Tiga Langkah Mudah
Untuk menghemat ongkos membawa material itu, eksperimen dilakukan menggunakan simulan regolith untuk Bulan dan Mars yang berasal dari lapisan atas tanah dan puing-puing di permukaan Bumi. Penelitian ini menunjukkan bahwa regolith ini dapat menjadi bahan bangunan yang layak.
"Tetapi kita masih perlu merekatkannya bersama-sama, dan di situlah beberapa bagian tubuh manusia bisa dimanfaatkan," katanya. Tahun lalu, tim ilmuwan internasional menemukan bahwa senyawa dalam urin manusia bisa membuat beton menjadi lebih kuat dan lebih fleksibel.
Kemudian bahan yang disebut AstroCrete, menggunakan protein yang disebut albumin, ditemukan dalam plasma darah manusia untuk mengikat beton bersama-sama. Menggunakan teknik fabrikasi sederhana, tim menggunakan albumin serum manusia untuk menghasilkan biokomposit regolith ekstraterestrial.
"Pada dasarnya, albumin serum manusia yang diproduksi oleh astronot in vivo dapat diekstraksi secara semi-kontinyu dan dikombinasikan dengan regolith Lunar atau Mars ," tulis para peneliti.
BACA JUGA: Cara Mengembalikan Chat WA yang Terhapus dengan Tiga Langkah Mudah
Lihat Juga :