Bulan Sabit Baru Saja Selamatkan Bumi dari Kiamat Internet
Sabtu, 11 September 2021 - 19:02 WIB
Badai Matahari bergerak dengan kecepatan lebih dari 300 kilometer (km) per detik. Artinya kecepatannya ini melebihi satu juta kilometer per jam.
Peneliti dari Space Weather, Dr Tony Philips mengatakan, kekacauan geomagnetik kecil kemungkinan terjadi ketika aliran angin Matahari menghantam medan magnet Bumi dan bisa menyebabkan Kiamat internet.
"Material gas mengalir dari lubang selatan di atmosfer Matahari. Namun Bulan Sabit yang membesar kemungkinan tidak akan mengganggu aurora lintang tinggi," ujarnya.
Saat magnetosfer dibombardir oleh badai Matahari, cahaya biru yang menakjubkan dapat muncul saat lapisan atmosfer itu membelokkan partikel tersebut.
Sebuah pernyataan di situs web SWPC menyatakan bahwa fenomena yang dikenal sebagai Corona Mass Ejection (CME) diperkirakan telah mencapai Bumi.
Peneliti dari Space Weather, Dr Tony Philips mengatakan, kekacauan geomagnetik kecil kemungkinan terjadi ketika aliran angin Matahari menghantam medan magnet Bumi dan bisa menyebabkan Kiamat internet.
"Material gas mengalir dari lubang selatan di atmosfer Matahari. Namun Bulan Sabit yang membesar kemungkinan tidak akan mengganggu aurora lintang tinggi," ujarnya.
Saat magnetosfer dibombardir oleh badai Matahari, cahaya biru yang menakjubkan dapat muncul saat lapisan atmosfer itu membelokkan partikel tersebut.
Sebuah pernyataan di situs web SWPC menyatakan bahwa fenomena yang dikenal sebagai Corona Mass Ejection (CME) diperkirakan telah mencapai Bumi.
Lihat Juga :