Pendiri Telegram Sebut Netflix dan TikTok Buruk untuk Otak Manusia
Kamis, 09 September 2021 - 17:45 WIB
Pendiri Telegram Pavel Durov dikenal vokal dalam mengutarakan pendapatnya, termasuk mengkritik kompetitor. Foto: ist
JAKARTA - Pendiri Telegram Pavel Durov mengkritik layanan TikTok dan Netflix. Menurutnya, kedua aplikasi Over The Top (OTT) tersebut membebani otak manusia dengan konten fiksi, alih-alih menggunakannya untuk menyelesaikan masalah di dunia nyata.
Layanan online web streaming dan platform berbagi video itu dinilai merusak kreativitas manusia dengan mengalihkan perhatian orang dari hal yang sebenarnya penting.
BACA JUGA: Elon Musk Mengejek Jeff Bezos Karena Kembangkan Teknologi Hidup Kekal
Dalam sebuah posting di saluran Telegramnya, miliarder teknologi Rusia menyatakan bahwa mengonsumsi makanan dan mengonsumsi informasi akan bekerja dengan cara yang sama.
“Jika kita memberi makan otak kita dengan data kehidupan nyata yang memungkinkannya untuk memecahkan masalah mendasar, itu akan memproses data itu di latar belakang dan menghasilkan solusi yang tidak terduga," tulisnya, dikutip dari Enterpreneur, Kamis (9/9).
Namun menurutnya, kebanyakan orang lebih suka memberi otak mereka 'makan' dari serial Netflix atau video TikTok dari pada fakta dan kenyataan.
Layanan online web streaming dan platform berbagi video itu dinilai merusak kreativitas manusia dengan mengalihkan perhatian orang dari hal yang sebenarnya penting.
BACA JUGA: Elon Musk Mengejek Jeff Bezos Karena Kembangkan Teknologi Hidup Kekal
Dalam sebuah posting di saluran Telegramnya, miliarder teknologi Rusia menyatakan bahwa mengonsumsi makanan dan mengonsumsi informasi akan bekerja dengan cara yang sama.
“Jika kita memberi makan otak kita dengan data kehidupan nyata yang memungkinkannya untuk memecahkan masalah mendasar, itu akan memproses data itu di latar belakang dan menghasilkan solusi yang tidak terduga," tulisnya, dikutip dari Enterpreneur, Kamis (9/9).
Namun menurutnya, kebanyakan orang lebih suka memberi otak mereka 'makan' dari serial Netflix atau video TikTok dari pada fakta dan kenyataan.
Lihat Juga :