Twitter Siapkan Fitur untuk Mengarsipkan Tweet Lama
Senin, 06 September 2021 - 17:05 WIB
Opsi Twitter mengarsipkan tweet lama agar tidak terlihat oleh pengguna lain setelah jangka waktu tertentu, seperti 30, 60, 90 hari atau setahun penuh. Foto: ist
JAKARTA - Twitter dikabarkan sedang menyusun rencana untuk menghadirkan fitur baru yang memberikan lebih banyak opsi privasi kepada penggunanya.
Berdasarkan laporan Bloomberg, jejaring sosial berlogo burung ini berencana menyertakan opsi untuk mengarsipkan tweet lama, sehingga tidak terlihat oleh pengguna lain setelah jangka waktu tertentu, seperti 30, 60, 90 hari atau setahun penuh.
BACA JUGA: Dibanderol Rp1,7 Juta, Ini Fitur Baru Samsung Galaxy Buds2
Selain itu, Twitter juga menyertakan opsi yang memungkinkan pengguna untuk membatasi siapa yang dapat melihat tweet mana yang disukai, membiarkan orang menghapus diri mereka sendiri dari percakapan di Twitter, dan membiarkan orang menghapus pengikut tanpa langsung memblokirnya.
Melansir dari The Verge, Senin (6/9), masih berdasarkan laporan yang sama, Bloomberg menyenut fitur-fitur baru ini sebagai rangkaian perubahan "privasi sosial" yang bertujuan untuk membuat orang lebih nyaman terlibat di Twitter.
Penelitian internal di Twitter tampaknya menemukan bahwa banyak pengguna bahkan tidak mengerti apakah akun mereka disetel ke publik atau pribadi. Perusahaan akan mulai meminta pengguna untuk meninjau hal ini.
Berdasarkan laporan Bloomberg, jejaring sosial berlogo burung ini berencana menyertakan opsi untuk mengarsipkan tweet lama, sehingga tidak terlihat oleh pengguna lain setelah jangka waktu tertentu, seperti 30, 60, 90 hari atau setahun penuh.
BACA JUGA: Dibanderol Rp1,7 Juta, Ini Fitur Baru Samsung Galaxy Buds2
Selain itu, Twitter juga menyertakan opsi yang memungkinkan pengguna untuk membatasi siapa yang dapat melihat tweet mana yang disukai, membiarkan orang menghapus diri mereka sendiri dari percakapan di Twitter, dan membiarkan orang menghapus pengikut tanpa langsung memblokirnya.
Melansir dari The Verge, Senin (6/9), masih berdasarkan laporan yang sama, Bloomberg menyenut fitur-fitur baru ini sebagai rangkaian perubahan "privasi sosial" yang bertujuan untuk membuat orang lebih nyaman terlibat di Twitter.
Penelitian internal di Twitter tampaknya menemukan bahwa banyak pengguna bahkan tidak mengerti apakah akun mereka disetel ke publik atau pribadi. Perusahaan akan mulai meminta pengguna untuk meninjau hal ini.
Lihat Juga :