Investor Aset Kripto Meroket 67.5% saat Pandemi, RI Jadi Pasar Terbesar Kedua Luno di Asia

Selasa, 17 Agustus 2021 - 19:45 WIB
“Kami hendak menghapuskan stigma di masyarakat yang memandang bahwa perdagangan kripto rumit dan hanya bisa dilakukan investor tingkat lanjut. Untuk itu, strategi kami adalah dengan memperbanyak konten pendidikan yang simpel, mudah dipahami, dan gratis, baik di media sosial, acara virtual dan offline, serta aplikasi dan website Luno. Kami ingin bisa membantu investor baru agar bisa memahami fundamental investasi kripto hanya dalam waktu kurang dari satu jam,” tambah Jay. “Berbeda dengan platform lain, investor aset kripto Luno bisa melakukan penarikan dan pembelian secara instan, sehingga sangat mudah digunakan oleh pengguna baru”.

Untuk mendukung edukasi tentang aset kripto lebih lanjut Luno juga meluncurkan program terbaru bernama “Panjat Cuan”, dimana pengguna bisa mendapatkan bonus hingga Rp200 ribu untuk pembelian Bitcoin pertama melalui aplikasi Luno. Kampanye ini bertujuan untuk mengajak lebih banyak investor Indonesia untuk berinvestasi pada aset kripto, dengan target menjaring setidaknya 2.000 investor baru dalam platform Luno.

Ke depannya, Luno akan terus menghadirkan promo, fitur, serta program menarik untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pengguna. Selain menurunkan biaya jual-beli dari 2% menjadi 0,75%, Luno juga sedang menggarap fitur baru agar pengguna bisa melihat profit/loss dari portofolio mereka dengan mudah. Dengan total penduduk sebesar 270 juta, perusahaan ini percaya bahwa investasi kripto di Indonesia akan terus berkembang, inklusif, dan mudah diakses lebih banyak masyarakat.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!