AS Lakukan COVIDPoops19 untuk Mendeteksi Wilayah Terinfeksi Virus Corona

Minggu, 15 Agustus 2021 - 12:00 WIB
"Kami pikir ini benar-benar dapat memberikan data yang berharga, tidak hanya untuk covid, tetapi untuk banyak penyakit," kata Amy Kirby, ahli mikrobiologi yang memimpin upaya CDC seperti dikutip CNN, Minggu (15/8/2021).

Virus penyebab covid ini menginfeksi banyak jenis sel di dalam tubuh, termasuk di saluran pernapasan dan usus. Tanda genetik virus, RNA virus, masuk ke dalam feses, dan biasanya muncul di kotoran beberapa hari sebelum gejala dimulai.

Sepanjang tahun 2020, Kirby, ahli mikrobiologi CDC, dan insinyur Mia Mattioli melakukan penelitian terhadap air limbah di beberapa lokasi. Pada September 2020, mereka meluncurkan Sistem Pengawasan Air Limbah Nasional, yang menginterpretasikan data pengambilan sampel untuk pemerintah negara bagian dan lokal.

"Sejak sistem ini digunakan, kami telah mampu mendeteksi peningkatan dalam kasus di mana saja dari empat hingga enam hari sebelum pengujian diagnostik menunjukkan peningkatan," kata Kirby.

Kirby berharap pada akhir tahun 2022 program ini tak hanya digunakan untuk mendeteksi Covid-19 tapi juga untuk memeriksa berbagai penyakit, termasuk E. coli, salmonella, norovirus, dan jamur mematikan yang resistan terhadap obat yang disebut Candida auris.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!