Terlepas dari Antartika, Gunung Es Seluas London Nyaris Timbulkan Bencana Besar
Sabtu, 14 Agustus 2021 - 13:02 WIB
Pecahan es seluas kota London dari Antartika nyaris membuat pecahan es baru ketika menabrak sisi barat Antartika. Foto/Copernicus/Sentinel-1
JAKARTA - Pecahan es seluas kota London dari Antartika nyaris membuat pecahan es baru ketika menabrak sisi barat Antartika. Pergerakan potongan Blok es yang disebut A74 itu terpantau dari citra satelit.
"Kami telah memantau situasi dengan sangat cermat selama enam bulan terakhir karena A74 telah berputar-putar di area yang sama," jelas Dr Ollie Marsh dari British Antarctic Survey seperti dikutip BBC News, Sabtu (14/8/2021).
Kemudian ada angin timur yang sangat kuat memicu gerakan cepat di A74 yang membuatnya mengikis di sepanjang tepi Brunt barat. Brunt adalah apa yang disebut lapisan es. "Ini adalah campuran es gletser yang telah mengalir dari daratan dan melayang ke laut," katanya.
BACA: Detik-detik Gunung Es Raksasa Antartika Memisahkan Diri dari Antartika
Itu masih menempel pada kereta es di belakang - tetapi hanya saja. Retakan besar, yang disebut Chasm 1, telah terbuka dalam beberapa tahun terakhir di sektor paling barat rak. Area seluas sekitar 1.700 km persegi berada di ambang kehancuran.
BAS memiliki sensor GPS yang diposisikan di lapisan es dan di A74. Instrumen ini melaporkan kembali ke markas besar survei di Cambridge setiap jam dan setiap hari. Data mereka menangkap setiap gerakan tiba-tiba di dalam es.
"Kami telah memantau situasi dengan sangat cermat selama enam bulan terakhir karena A74 telah berputar-putar di area yang sama," jelas Dr Ollie Marsh dari British Antarctic Survey seperti dikutip BBC News, Sabtu (14/8/2021).
Kemudian ada angin timur yang sangat kuat memicu gerakan cepat di A74 yang membuatnya mengikis di sepanjang tepi Brunt barat. Brunt adalah apa yang disebut lapisan es. "Ini adalah campuran es gletser yang telah mengalir dari daratan dan melayang ke laut," katanya.
BACA: Detik-detik Gunung Es Raksasa Antartika Memisahkan Diri dari Antartika
Itu masih menempel pada kereta es di belakang - tetapi hanya saja. Retakan besar, yang disebut Chasm 1, telah terbuka dalam beberapa tahun terakhir di sektor paling barat rak. Area seluas sekitar 1.700 km persegi berada di ambang kehancuran.
BAS memiliki sensor GPS yang diposisikan di lapisan es dan di A74. Instrumen ini melaporkan kembali ke markas besar survei di Cambridge setiap jam dan setiap hari. Data mereka menangkap setiap gerakan tiba-tiba di dalam es.
Lihat Juga :