Wisata ke Luar Angkasa, dari Crazy Rich, oleh Crazy Rich, untuk Crazy Rich

Rabu, 28 Juli 2021 - 07:00 WIB
Ketiganya melihat luar angkasa bukanlah tempat ekslusif para astronot dengan kemampuan dan kualifikasi khusus. Ketiganya bahkan adu cepat agar menjadi yang pertama mampu melakukannya. Dan seperti ditulis di atas Richard Branson dan Jeff Bezos lebih dulu melakukannya. Tapi perlu diketahui Elon Musk justru punya target yang lebih ekstrem lagi yakni membawa masyarakat ke planet Mars.

Namun tidak mudah buat semua orang untuk mendapatkan kesempatan itu. Terbang ke luar angkasa menjadi sebuah bisnis yang butu uang yang sangat besar. Richard Branson, setelah berhasil menjalankan misinya, bahkan sudah mengumumkan harga tiket pesawat ke luar angkasa berkisa USD200.000 hingga USD250.000 atau sekitar Rp2,8 miliar hingga Rp3,5 miliar.

Blue Origin, perusahaan pesawat luar angkasa milik Jeff Bezos memang belum mengumumkan harga tiket terbang ke luar angkasa. Hanya saja salah satu penumpang Blue Origin yang terbang bersamanya, Oliver Daemen, harus mengeluarkan uang sebesar USD28 juta atau setara Rp400,6 miliar agar bisa sampai 120 kilometer di atas permukaan Bumi. Memang uang itu digunakan oleh Jeff Bezos untuk kegiatan amal. Tapi setidaknya sudah menggambarkan betapa mahalnya harga yang ditebus masyarakat umum jika ingin sampai ke luar angkasa.

Baca juga : Agar Makin Kencang, Bentley Bikin Velg Serat Karbon 22 Inci buat Bentayga



Hanya orang-orang superkaya saja yang mau menggelontorkan uang agar bisa sampai ke sana. Hal ini sangat jauh dari khittah yang diinginkan NASA saat mengirimkan guru dan peneliti ke luar angkasa waktu itu.

Tidak heran jika banyak orang yang mengkritik bahwa wisata ke luar angkasa hanyalah jadi pemuas rasa dahaga para orang superkaya yang semata-mata ingin eksis di hadapan masyarakat dunia.

"Selalu ada kritikan tentang dana yang dikeluarkan untuk bisnis di luar angkasa ini. Ada anggapan bahwa uang sebesar itu harusnya digunakan untuk kepentingan perbaikan lingkungan kita sendiri. Saya melihat perdebatan ini akan terus ada dan tidak akan pernah berubah karena itu faktanya," uar Alan Ladwig, penulis buku See You in Orbit? Our Dream of Spaceflight.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!