Perlindungan Data Jadi Isu Keamanan Utama Pebisnis di Asia Tenggara

Senin, 20 April 2020 - 23:01 WIB
"Dalam kurun waktu tahun terakhir kita telah menyaksikan akibat buruk yang ditimbulkan dari suksesnya aksi serangan siber. Mulai dari pencurian USD81 juta terhadap bank sentral hingga pelanggaran data kebocoran nama kasus HIV," tutur Global Manager of Asia Tenggara Kaspersky, Yeo Siang Tiong dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (20/4/2020).

Berkaca dari banyaknya kasus, kini diklaim oleh Yeo semakin banyak perusahaan lokal yang mulai memprioitaskan keamanan TI mereka. Riset Kaspersky menemukan rata-rata bisnis di wilayah Asia Tenggara menghabiskan USD14,1 juta untuk meningkatkan keamanan siber.

"84% dari para profesional yang kami survei juga mengonfirmasi rencana untuk meningkatkan anggaran pada area ini dalam tiga tahun ke depan," tuturnya.

Perusahaan yang disurvei juga mencatat peningkatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keahlian keamanan spesialis menurut 46% responden. Sementara 39 responden mengaku demi mendukung ekspansi atau kegiatan bisnis baru.
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!