Ketua Satgas IDI: Vitamin D Belum Cukup Bukti Obati Covid-19
Sabtu, 10 Juli 2021 - 11:05 WIB
Ia pun menyoroti informasi yang beredar di India bahwa studi yang dilakukan di negara tersebut membuktikan pemberian vitamin D mungkin sekali bermanfaat sebagai bagian dari pengobatan Covid-19. Namun, peneliti India juga bilang bahwa pemberian vitamin D sebelum diagnosis tidak memengaruhi hasil pengobatan terhadap pasien.
"Artinya, vitamin D yang dikonsumsi sebelum pasien terdiagnosis Covid-19 dibanding dengan pasien yang tidak mengonsumsi, ternyata sama saja hasilnya. Dus, penelitian juga memuat kalau dosis vitamin D itu kebanyakan, ditemukan yang namanya toksisitas sebagai efek samping," katanya.
Prof Beri melanjutkan, memang pemberian tambahan vitamin D sebesar 10-25 mikrogram tiap hari bisa memproteksi pasien terhadap infeksi akut saluran napas. Ini benar menurutnya. "Tapi tetap belum cukup bukti untuk mencegah Covid-19," singkatnya.
BACA JUGA: Tes Jaringan 5G di POCO M3 Pro 5G, Ternyata Segini Hasilnya…
"Dari itu semua, saya memandang bahwa belum ada cukup bukti yang menyatakan vitamin D mencegah seseorang terinfeksi Covid-19. Begitu juga untuk pengobatannya. Bahkan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) tidak mengeluarkan izin untuk vitamin D sebagai bagian dari pengobatan Covid-19," terang Prof Beri.
"Artinya, vitamin D yang dikonsumsi sebelum pasien terdiagnosis Covid-19 dibanding dengan pasien yang tidak mengonsumsi, ternyata sama saja hasilnya. Dus, penelitian juga memuat kalau dosis vitamin D itu kebanyakan, ditemukan yang namanya toksisitas sebagai efek samping," katanya.
Prof Beri melanjutkan, memang pemberian tambahan vitamin D sebesar 10-25 mikrogram tiap hari bisa memproteksi pasien terhadap infeksi akut saluran napas. Ini benar menurutnya. "Tapi tetap belum cukup bukti untuk mencegah Covid-19," singkatnya.
BACA JUGA: Tes Jaringan 5G di POCO M3 Pro 5G, Ternyata Segini Hasilnya…
"Dari itu semua, saya memandang bahwa belum ada cukup bukti yang menyatakan vitamin D mencegah seseorang terinfeksi Covid-19. Begitu juga untuk pengobatannya. Bahkan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) tidak mengeluarkan izin untuk vitamin D sebagai bagian dari pengobatan Covid-19," terang Prof Beri.
(dan)
Lihat Juga :