Matahari Lontarkan Lidah Api Terkuatnya ke Arah Bumi

Kamis, 08 Juli 2021 - 23:34 WIB
Pusat Prediksi Luar Angkasa AS memantau suar besar pertama matahari yang meletus dan mengarah ke Bumi. Foto/dok
JAKARTA - Pusat Prediksi Luar Angkasa AS memantau suar besar pertama matahari yang meletus dan mengarah ke Bumi. Ledakan suar terbesar itu setara jutaan bom hidrogen 100 megaton dan bisa memengaruhi komunikasi frekuensi tinggi di Bumi.

Para peneliti di pusat tersebut mengukur intensitas semburan matahari sebagai X1, yang merupakan kategori suar matahari terbesar yang pernah ada.



BACA: Badai Matahari Hantam Bumi dengan Kecepatan 1,8 Juta Kilometer Per Jam

"Suar matahari adalah letusan besar radiasi di permukaan matahari. Kita berbicara energi yang setara dengan jutaan bom hidrogen 100 megaton yang meledak pada saat yang sama," kata Bill Murtagh, koordinator program di SWPC AS seperti dikutip CNN, Kamis (8/7/2021).

Murtagh mengatakan, pelepasan energi yang begitu besar dapat dirasakan di Bumi yang jauhnya 93 juta mil. "Jika energi itu masuk ke Bumi, itu dapat mempengaruhi komunikasi frekuensi tinggi dan sistem penentuan posisi global (GPS) serta satelit," kata Murtagh.

Matahari melewati siklus matahari 11 tahun di mana tingkat aktivitas suar berfluktuasi. Siklus 25 dimulai pada Desember 2019 dengan solar minimum. Aktivitas itu perlahan-lahan akan meningkat dan mencapai maksimum matahari saat ada banyak bintik matahari pada Juli 2025.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!