Suhu Jakarta Terasa Lebih Dingin, LAPAN: Karena Fenomena Cold Front
Senin, 28 Juni 2021 - 10:00 WIB
Kondisi penurunan suhu permukaan di daratan (Jawa Barat dan Tengah) ini juga diperlihatkan melalui data prediksi suhu permukaan dari Sadewa-LAPAN pada 24 Juni pukul 06:00 WIB pada tahun 2021 dibandingkan tahun sebelumnya.
SADEWA merupakan produk litbang LAPAN yang dikembangkan untuk mendukung riset atmosfer maupun aplikasinya oleh badan operasional terkait.
”Meskipun demikian, suhu harian tersebut memiliki fluktuasi harian yang erat dipengaruhi oleh jumlah pemanasan permukaan yang diterima dari radiasi matahari. Yang salah satu faktor penyebabnya ditentukan oleh panas laten dari keberadaan awan,” tulis keterangan LAPAN.
Data penurunan suhu permukaan rata-rata di beberapa kota selama bulan Juni yang terjadi pada kemarau basah saat ini kemungkinan berkaitan dengan fenomena front (perbenturan) dua massa udara yang berlainan, yaitu antara udara dingin dan udara hangat.
BACA JUGA: Cara Mengukur Saturasi Oksigen Menggunakan Smartwatch atau Smartband
SADEWA merupakan produk litbang LAPAN yang dikembangkan untuk mendukung riset atmosfer maupun aplikasinya oleh badan operasional terkait.
”Meskipun demikian, suhu harian tersebut memiliki fluktuasi harian yang erat dipengaruhi oleh jumlah pemanasan permukaan yang diterima dari radiasi matahari. Yang salah satu faktor penyebabnya ditentukan oleh panas laten dari keberadaan awan,” tulis keterangan LAPAN.
Data penurunan suhu permukaan rata-rata di beberapa kota selama bulan Juni yang terjadi pada kemarau basah saat ini kemungkinan berkaitan dengan fenomena front (perbenturan) dua massa udara yang berlainan, yaitu antara udara dingin dan udara hangat.
BACA JUGA: Cara Mengukur Saturasi Oksigen Menggunakan Smartwatch atau Smartband
Lihat Juga :