Valuasi Naik 50 Persen, Xiaomi Nangkring di Posisi 70 Brand Paling Berharga di Dunia
Senin, 28 Juni 2021 - 09:03 WIB
Beberapa inovasi yang mereka banggakan, antara lain kemampuan pengisian daya baterai terbaik di kelasnya, juga peningkatan daya tahan dan performa produk.
Pada April silam, inovasi Xiaomi juga diakui Boston Consulting Group (BCG) yang memilih Xiaomi sebagai salah satu dari “The Most Innovative Companies 2021”, serta merupakan keempat kalinya Xiaomi masuk ke dalam daftar ini.
Adapun berdasarkan Kantar BrandZ, Xiaomi termasuk dalam lima besar kategori “Consumer Technology Category of the Top 100 Most Valuable Global Brands.”
Untuk membangun daftar ini, Kantar BrandZ menggunakan teknik valuasi nilai jenama, serta penelitian dari survey konsumen terluas di dunia dengan wawancara ke hampir 4 juta konsumen, yang melingkupi 18,500 brand di 512 kategori yang tersebar di 51 pasar.
Menurut Kantar, perusahaan yang termasuk di Top 100 Most Valuable Global Brands mencatat total peningkatan nilai sebesar USD2 triliun atau 42 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan terbesar di dunia berhasil berkembang dengan pesat biarpun terjadi disrupsi akibat pandemi Covid-19.
Pada April silam, inovasi Xiaomi juga diakui Boston Consulting Group (BCG) yang memilih Xiaomi sebagai salah satu dari “The Most Innovative Companies 2021”, serta merupakan keempat kalinya Xiaomi masuk ke dalam daftar ini.
Adapun berdasarkan Kantar BrandZ, Xiaomi termasuk dalam lima besar kategori “Consumer Technology Category of the Top 100 Most Valuable Global Brands.”
Untuk membangun daftar ini, Kantar BrandZ menggunakan teknik valuasi nilai jenama, serta penelitian dari survey konsumen terluas di dunia dengan wawancara ke hampir 4 juta konsumen, yang melingkupi 18,500 brand di 512 kategori yang tersebar di 51 pasar.
Menurut Kantar, perusahaan yang termasuk di Top 100 Most Valuable Global Brands mencatat total peningkatan nilai sebesar USD2 triliun atau 42 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan terbesar di dunia berhasil berkembang dengan pesat biarpun terjadi disrupsi akibat pandemi Covid-19.
Lihat Juga :