Pakar Ungkap Data Curian dari KPU Bisa Buat Cari Utangan Online
Jum'at, 22 Mei 2020 - 20:02 WIB
Ia memperingatkan jika data ini dikombinasikan dengan data Tokopedia dan Bukalapak yang lebih dahulu terekspos, maka akan dihasilkan data yang cukup berbahaya dan bisa dimanfaatkan untuk kejahatan. Baca Juga: Yamaha NMax Roda Tiga 'Tricity' Siap Meluncur
"Misalnya mengkombinasikan data telepon dari marketplace dengan data KTP dan KK, jelas ini sangat berbahaya," terangnya.
Pratama menilai peristiwa ini juga harus menjadi peringatan bagi Dukcapil agar bisa mengamankan data kependudukan. Perlu dipikirkan lebih jauh terkait pengamanan enkripsi pada data penduduk.
Peristiwa ini juga membuat pengamanan sistem IT KPU dipertanyakan. Apalagi 2020 terdapat agenda Pilkada, sehingga diharapkan masalah ini menjadi isu tersendiri bagi KPU. Selama ini sistem IT KPU selalu dijadikan rujukan saat hitung cepat hasil Pemilu maupun Pilkada.
"Kita tentu khawatir, setiap gelaran Pemilu dan Pilkada KPU selalu mendapat ancaman untuk diretas. Bagi Dukcapil ini harus menjadi catatan penting untuk waspada, jangan sampai sistem ditembus dan peretas bisa memodifikasi sesuka mereka," tegas Pratama.
"Misalnya mengkombinasikan data telepon dari marketplace dengan data KTP dan KK, jelas ini sangat berbahaya," terangnya.
Pratama menilai peristiwa ini juga harus menjadi peringatan bagi Dukcapil agar bisa mengamankan data kependudukan. Perlu dipikirkan lebih jauh terkait pengamanan enkripsi pada data penduduk.
Peristiwa ini juga membuat pengamanan sistem IT KPU dipertanyakan. Apalagi 2020 terdapat agenda Pilkada, sehingga diharapkan masalah ini menjadi isu tersendiri bagi KPU. Selama ini sistem IT KPU selalu dijadikan rujukan saat hitung cepat hasil Pemilu maupun Pilkada.
"Kita tentu khawatir, setiap gelaran Pemilu dan Pilkada KPU selalu mendapat ancaman untuk diretas. Bagi Dukcapil ini harus menjadi catatan penting untuk waspada, jangan sampai sistem ditembus dan peretas bisa memodifikasi sesuka mereka," tegas Pratama.
Lihat Juga :