Pernah Menghancurkan Palu, Ilmuwan Identifikasi Tsunami Baru yang Berbahaya

Sabtu, 08 Mei 2021 - 18:01 WIB
Para peneliti menemukan, tsunami baru itu muncul jika terjadi gempa 'intersonik'. Ini merupakan suatu peristiwa di mana pergerakan di garis patahan lebih cepat daripada gelombang geser seismik yang dihasilkan di kerak bumi.

Kota-kota pesisir di dekat patahan strike-slip beresiko, terutama bila patahan melintasi teluk pedalaman; seperti Teluk San Francisco, Teluk Izmit di Turki, dan Teluk Al-Aqaba di Mesir.

BACA JUGA: Roket China Jatuh ke Bumi Sekitar 8-10 Mei, Melesat 18.000 Kilometer Perjam

Pada dasarnya, batas teluk sempit ini semakin didorong dan ditarik. Itu mengarah pada tiga fase yang bergabung bersama: gerakan awal dan gelombang kejut, perpindahan air selama gempa bumi, dan pergerakan gelombang tsunami yang dihasilkan.

Setiap fase dapat berkembang secara berbeda tergantung pada kondisi lokal. "Masing-masing fase ini akan memiliki efek yang berbeda tergantung pada geografi unik dari tanah di sekitarnya dan batimetri teluk," kata insinyur sipil Ahmed Elbanna.

Tidak seperti gempa bumi dan perpindahan air berikutnya yang terjadi bermil-mil di lepas pantai, gempa bumi dan tsunami yang terjadi di dalam batas-batas sempit teluk akan terjadi begitu cepat, hanya sedikit waktu untuk memberikan peringatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!