Rumah Ini Begitu Mengerikan, Hingga Harus di Sensor di Google Maps

Sabtu, 01 Mei 2021 - 20:10 WIB
Yang lebih mengerikan lagi, setelah satu bulan dipenjara, Castro bunuh diri di sel penjara. Kisah mengerikan tersebut bahkan pernnah diangkat menjadi film bertajuk Cleveland Abduction

Dilecehkan Saat Kecil



Castro lahir di Duey, Puerto Rico, pada 10 Juli 1960. Ia adalah anak ketiga dari Pedro Castro, pemilik tanah terbesar di wilayah itu, dan istrinya Lilian Rodriguez.

Saat kecil, ia mengalami pelecehan oleh bocah berusia sembilan tahun bernama Pucho. Castro lantas tumbuh besar dengan obsesi seks dan keinginan masturbasi sejak usia muda.

Diperparah dengan oranng tuanya yang kasar, sering melakukan kekerasan verbal, juga memukulnya hampir setiap hari dengan ikat pinggang, tongkat, atau tangan.

Keluarga Castro akhirnya pindah ke Amerika Serikat dan menetap di Cleveland pada tahun 1970. Castro bekerja sebagai pemain bass. Ia berpacaran dengan gadis bernama Nilda Figueroa pada usia 17 tahun dan menikah.

Castro mengulang kembali apa yang ia rasakan. Ia melakukan kekerasan pada istrinya. Memukulinya setiap kali tidak sesuai dengan instruksinya. Bahkan, ia memukul Figueroa di hadapan saudara laki-lakinya, membuatnya ditangkap.

Pada 1992, mereka pindah ke 2207 Seymour Drive bersama keempat anak mereka. Castro memiliki ruang di bawah tanah yang kedap suara, melaranng semua orang memasukinya. Ia sering menguci keluarganya di rumah saat harus tampil dengan band-nya yang bisa berhari-hari.

Castro sempat kembali ditangkap polisi. Figueroa dan Castro bercerai pada 1997, dan seluruh hak asuh anak diberikan pada Figueroa. Setelah bercerai, Castro tertarik pada praktik seks BDSM (penyiksaan) dan berfantasi menjadikan wanita sebagai budak seks.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!