Blueprint Apple Diretas, Perusahaan di Indonesia Waspadai Ransomware

Jum'at, 30 April 2021 - 18:06 WIB
Menurutnya, tidak ada sistem yang 100% aman, yang dapat menghalau semua serangan siber pada saat sekarang dan di masa depan. Sehingga cara terbaik ke depan adalah melalui mitigasi risiko.

"Kasus ini sebenarnya menjadi sebuah pembelajaran bagi semua tim IT di dunia, atas keamanan dari file-file sensitif dan dalam melindungi data perusahaan," kata Pratama, dalam keterangan resminya, Jumat (30/4/2021).

BACA JUGA: Cara Membuat Teks Miring, Tebal, dan Coret di Aplikasi WhatsApp

Pratama menjelaskan, dari hasil survei yang dilakukan Microsoft kepada hampir 800 perusahaan di negara-negara maju, diketahui bahwa 58% di antaranya telah meningkatkan anggaram keamanannya.

Sebesar 82% perusahaan berencana untuk menambah staf keamanannya, dan 81% responden merasa tertekan untuk menurunkan biaya keamanan pada perusahaan.

Pratama mengingatkan, perusahaan sebaiknya membekali pegawainya dengan aplikasi VPN untuk bekerja dari jarak jauh. Selain itu, agar tak mengandalkan aplikasi VPN, perlu juga diterapkan Zero Trust Network Access (ZTNA) dan Secure Access Service Edge (SASE).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!