Huawei Dorong Transformasi Digital di ASEAN untuk Hadapi New Normal

Kamis, 21 Mei 2020 - 22:16 WIB
"Ketersediaan spektrum menjadi kunci, kami yakin pemerintah berupaya sedemikian rupa untuk memanajemen alokasi spektrum 5G ini," ucap Mohammad Rosidi, ICT Strategy and Business Director, Huawei Indonesia.

Sama halnya dengan yang terjadi di Asia Pasifik. Seluruhnya memandang tentang pentingnya dilakukan percepatan dalam pengembangan 5G di kawasan ini. Di Thailand, telah dibentuk Komite 5G Nasional yang terdiri dari 26 anggota dan diketuai sendiri oleh Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha.

Perannya, ucap Mohammad Rosidi, sangat signifikan dalam melakukan koordinasi pengembangan 5G. Serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital di negara tersebut.

Komite tersebut juga bertugas memitigasi semua hambatan yang muncul saat pengambilalihan spektrum-spektrum yang kosong, dari lembaga negara untuk National Broadcasting and Telecommunications Commission (NBTC), dengan kompensasi tertentu sebagai gantinya. Langkah ini diharapkan akan mampu meningkatkan kerja sama antara lembaga-lembaga terkait dalam mendukung pengembangan 5G.

Di lain pihak, organisasi-organisasi yang bergerak di bidang industri, seperti GSMA menggarisbawahi peran teknologi 5G begitu krusial dalam memerangi pandemi ini, sekaligus sebagai “tulang punggung” bagi percepatan upaya pemulihan ekonomi bangsa.

"Sudah menjadi pengetahuan umum di industri, bahwa TIK dan ekonomi merupakan dua elemen penting yang akan menjadi pilar dalam mendukung proses kerja manusia usai pandemik nanti," tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!