Bedah Kandungan Sputnik V, Vaksin Covid-19 Buatan Rusia
Rabu, 07 April 2021 - 13:30 WIB
Vaksin Sputnik telah melewati uji klinis fase III yang melibatkan 40.000 orang di Rusia. Peserta uji klinis vaksin Sputnik terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan rentang usia 18 tahun hingga 60 tahun ke atas.
Selain itu, sekitar 24% dari penerima vaksin adalah orang yang memiliki penyakit penyerta, antara lain diabetes, hipertensi, obesitas, dan penyakit jantung iskemik.
Peserta uji klinis vaksin Sputnik v ini merupakan orang-orang yang belum pernah terinfeksi virus Corona, tidak ada kontak erat dengan pasien COVID-19, tidak memiliki alergi terhadap kandungan vaksin ini, dan tidak sedang mengalami penyakit infeksi pernapasan.
Vaksin Sputnik diberikan dalam dua dosis, masing-masing dosis mengandung 0,5 ml. Dosis pertama diberikan menggunakan vektor adenovirus 26 (Ad26), kemudian dalam rentang waktu 21 hari, vaksin Sputnik dosis kedua diberikan menggunakan adenovirus 5 (Ad5
Berdasarkan uji klinis yang telah dilakukan, vaksin Sputnik menunjukkan efek perlindungan yang kuat pada semua kelompok usia.
Hasil uji klinis juga menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh sudah akan memproduksi antibodi terhadap virus penyebab COVID-19 setelah 18 hari sejak dosis pertama diberikan.
Selain itu, sekitar 24% dari penerima vaksin adalah orang yang memiliki penyakit penyerta, antara lain diabetes, hipertensi, obesitas, dan penyakit jantung iskemik.
Peserta uji klinis vaksin Sputnik v ini merupakan orang-orang yang belum pernah terinfeksi virus Corona, tidak ada kontak erat dengan pasien COVID-19, tidak memiliki alergi terhadap kandungan vaksin ini, dan tidak sedang mengalami penyakit infeksi pernapasan.
Vaksin Sputnik diberikan dalam dua dosis, masing-masing dosis mengandung 0,5 ml. Dosis pertama diberikan menggunakan vektor adenovirus 26 (Ad26), kemudian dalam rentang waktu 21 hari, vaksin Sputnik dosis kedua diberikan menggunakan adenovirus 5 (Ad5
Berdasarkan uji klinis yang telah dilakukan, vaksin Sputnik menunjukkan efek perlindungan yang kuat pada semua kelompok usia.
Hasil uji klinis juga menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh sudah akan memproduksi antibodi terhadap virus penyebab COVID-19 setelah 18 hari sejak dosis pertama diberikan.
Lihat Juga :