Bantu Belajar Online, SOS Children’s Villages Siapkan Program Digital Village & Library
Kamis, 01 April 2021 - 10:46 WIB
Di daerah lain, ada anak-anak Komunitas Kampung Jawa di Banda Aceh yang turut merasakan manfaat Digital Village. Kampung Jawa merupakan salah satu komunitas dampingan Family Strengthening Program SOS yang terletak di pinggiran kota Banda Aceh yang penduduknya kebanyakan bekerja sebagai pemulung dan nelayan. Sehari-hari, anak-anak disibukkan dengan membantu orang tua memulung dan mencari ikan di laut. Keterbatasan ekonomi mengharuskan anak-anak ikut membantu orang tua mereka mencari nafkah. Bahkan, banyak anak dari Kampung Jawa yang melupakan pendidikan formal, terutama di masa pandemi ini, karena tidak memiliki ketersediaan perangkat untuk belajar online dan jaringan internet.
Menyikapi hal tersebut, SOS Children’s Village Banda Aceh membantu menyediakan solusi untuk anak yang ingin belajar dan mengembangkan bakat yang dimiliki. Pembina SOS Banda Aceh mengadakan les komputer setiap dua kali dalam seminggu. Anak-anak di Kampung Jawa dijemput menggunakan mobil operasional dan menuju SOS Banda Aceh dengan dampingan seorang ketua pemulung, Ibu Juariyah. Anak-anak yang mengikuti les komputer berkisar 10-15 anak setiap minggunya. Mereka diajarkan untuk mengenal perangkat komputer, mengoperasikan komputer dasar. Pembelajaran dilakukan bertahap sampai mereka bisa melanjutkan ke tahap yang lebih mendalam.
Kendati demikian, fasilitas komputer di village masih kurang karena jumlah anak jauh lebih banyak dibanding dengan jumlah fasilitas komputer. Mereka harus memakai komputer di rumah dan di lab komputer secara bergantian. Fasilitas komputer juga belum merata tersebar di ratusan lokasi komunitas. Karena itulah, dukungan dan bantuan masyarakat serta para mitra masih berperan besar untuk bersama-sama mensukseskan program Digital Village & Library bagi generasi penerus bangsa kita.
Menyikapi hal tersebut, SOS Children’s Village Banda Aceh membantu menyediakan solusi untuk anak yang ingin belajar dan mengembangkan bakat yang dimiliki. Pembina SOS Banda Aceh mengadakan les komputer setiap dua kali dalam seminggu. Anak-anak di Kampung Jawa dijemput menggunakan mobil operasional dan menuju SOS Banda Aceh dengan dampingan seorang ketua pemulung, Ibu Juariyah. Anak-anak yang mengikuti les komputer berkisar 10-15 anak setiap minggunya. Mereka diajarkan untuk mengenal perangkat komputer, mengoperasikan komputer dasar. Pembelajaran dilakukan bertahap sampai mereka bisa melanjutkan ke tahap yang lebih mendalam.
Kendati demikian, fasilitas komputer di village masih kurang karena jumlah anak jauh lebih banyak dibanding dengan jumlah fasilitas komputer. Mereka harus memakai komputer di rumah dan di lab komputer secara bergantian. Fasilitas komputer juga belum merata tersebar di ratusan lokasi komunitas. Karena itulah, dukungan dan bantuan masyarakat serta para mitra masih berperan besar untuk bersama-sama mensukseskan program Digital Village & Library bagi generasi penerus bangsa kita.
(wbs)
Lihat Juga :