Astronom Buat Sistem Navigasi Antarbintang untuk Perjalanan di Luar Tata Surya

Senin, 22 Maret 2021 - 20:38 WIB
New Horizons saat ini jauhnya hampir 14 jam cahaya dari Bumi, yang berarti dibutuhkan 28 jam untuk mengirim sinyal dan menerima tanggapan. Dengan jarak yang semakin jauh, komunikasi dengan Bumi sudah tidak lagi dapat diandalkan. (Baca juga: Disertai Cahaya Terang, Bongkahan Meteorit Meledak di Langit Kuba)

"Saat bepergian ke bintang terdekat, sinyalnya akan menjadi terlalu lemah dan waktu tempuh yang ringan akan diatur dalam beberapa tahun," tulis Bailer-Jones dalam makalahnya, yang saat ini tersedia di server pracetak arXiv.

Karena kendala itu, lanjutnya, pesawat antariksa antarbintang harus menavigasi secara otonom, dan menggunakan informasi ini untuk memutuskan kapan harus melakukan koreksi jalur atau mengaktifkan instrumen. "Pesawat antariksa semacam itu harus dapat menentukan posisi dan kecepatannya hanya dengan menggunakan pengukuran onboard," terangnya dikutip Science Alert .

Bailer-Jones, yang bekerja di Max Planck Institute for Astronomy di Jerman, bukanlah orang pertama yang memikirkan hal ini. NASA telah mengerjakan navigasi dengan pulsar, menggunakan denyut reguler bintang mati sebagai dasar GPS galaksi. Metode ini terdengar cukup bagus, tetapi mungkin mengalami kesalahan pada jarak yang lebih jauh, karena distorsi sinyal oleh media antarbintang. (Baca juga: Punya Kandungan Mineral Berharga, Inilah Dua Teori Terbentuknya Emas)

Dengan katalog bintang, Bailer-Jones dapat menunjukkan bahwa dimungkinkan untuk menghitung koordinat pesawat ruang angkasa dalam enam dimensi dengan akurasi tinggi, berdasarkan cara posisi bintang-bintang itu berubah dari sudut pandang pesawat ruang angkasa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!