Ilmuwan Ini Menjelaskan Apa yang Sebenarnya Terjadi Ketika Manusia Mati

Jum'at, 19 Maret 2021 - 17:29 WIB
"Saat jantung berhenti, semua proses kehidupan ikut berhenti karena tidak ada darah yang sampai ke otak, ke ginjal, dan hati. Ini menjadikan manusia tidak bernyawa dan tidak bergerak. Itulah waktu yang digunakan dokter untuk memberi kita waktu kematian ," terangnya.

Dr Parnia mengatakan, ada proses mental yang membuat orang yang selamat dari kematian malah menginginkan kematian. “Meskipun kita menderita sebelum mati, proses kematian menjadi sangat nyaman, sangat membahagiakan, damai. Orang menggambarkan sensasi cahaya yang cerah, hangat, dan ramah yang menarik orang ke arahnya," katanya. (Baca juga: Dampak Perubahan Iklim , Aliran Sungai Bisa Berubah dan Mulai Mengering)

Orang yang pernah mengalaminya, menggambarkan sensasi kematian dengan bertemu kerabat mereka yang telah meninggal, seolah-olah mereka datang untuk menyambut mereka. Mereka sering mengatakan bahwa mereka tidak ingin hidup dalam banyak masalah, sangat nyaman dan itu seperti magnet yang menarik mereka sehingga mereka tidak ingin kembali ke kehidupan.

“Banyak orang menggambarkan sensasi terpisah dari jasad mereka dan menyaksikan dokter dan perawat sedang berjuang menyembuhkannya," katanya. Bahkan, lanjutnya, ada beberapa dari mereka mendeskripsikan sensasi di mana mereka melihat semua yang telah mereka lakukan. (Baca juga: Pindahkan Badak dengan Digantung di Helikopter, Ini Penjelasan Peneliti)

Namun, Dr Parnia mengatakan ada penjelasan ilmiah untuk reaksi ini, dan mengatakan melihat orang bukanlah bukti kehidupan setelah kematian , tetapi lebih mungkin otak hanya memindai dirinya sendiri sebagai teknik bertahan hidup. "Berkat teknologi dan sains modern, kematian tidak harus terbatas pada filsafat dan agama, tetapi dapat dieksplorasi melalui sains," katanya.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!