Ilmuwan Temukan Potongan Meteorit Langka, Bisa Ungkap Rahasia Tata Surya

Rabu, 10 Maret 2021 - 08:15 WIB
Sciencefocus.com menyebutkan, batu antariksa asli itu bergerak dengan kecepatan hampir 14 km/detik sebelum menghantam atmosfer Bumi. Para ahli mengatakan, meteorit itu diambil dalam kondisi yang sangat baik dan cepat setelah jatuh, sehingga sebanding dengan sampel yang dikembalikan dari misi luar angkasa, baik dalam kualitas maupun kuantitas.

Dr Ashley King, dari departemen ilmu bumi di Museum Sejarah Alam, adalah salah satu orang yang pertama di tempat kejadian ketika meteorit itu ditemukan. Dia telah memberi saran tentang penanganan dan perawatannya sejak saat itu.

"Hampir semua meteorit datang kepada kita dari asteroid, sisa bahan penyusun tata surya yang dapat memberi tahu kita bagaimana planet seperti Bumi terbentuk," katanya. "Kesempatan untuk menjadi orang pertama yang melihat dan mempelajari meteorit yang ditemukan segera setelah jatuh adalah mimpi yang menjadi kenyataan."

Dr Richard Greenwood, peneliti ilmu planet di Universitas Terbuka, adalah ilmuwan pertama yang mengidentifikasi dan memberi nasihat tentang meteorit.

"Saya terkejut saat melihatnya dan langsung tahu itu adalah meteorit langka dan peristiwa yang benar-benar unik," kata Greenwood. “Sangat emosional menjadi orang pertama yang mengkonfirmasi kepada orang-orang yang berdiri di depan Anda bahwa gedebuk yang mereka dengar di jalan masuk mereka semalaman sebenarnya adalah hal yang nyata.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!