DREAMSEA dan PANDI Bicarakan Manuskrip dan Digitalisasi Aksara Nusantara

Senin, 08 Maret 2021 - 18:08 WIB
Ketua PANDI,Yudho Giri Sucahyo menyebut bahwa promosi dan sosialisasi digitalisasi aksara Nusantara juga harus giat dilakukan.

"Untuk mendukung program tersebut, PANDI siap bersinergi untuk kemudian bekerja sama dengan Manassa dan DREAMSEA untuk membahas upaya digitalisasi naskah, aksara Nusantara, serta peluang pemanfaatannya untuk mendukung kajian filologi di Indonesia," kata Yudho dalam keterangan persnya.

Terkait kegiatan ini Prof. Dr. Oman Fathurahman selaku Principal Investigator DREAMSEA menyatakan dukungannya terhadap kegiatan digitalisasi manuskrip dan aksara Nusantara. Sejak 2017, DREAMSEA bekerja sama dengan Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) dan berbagai komunitas budaya telah berhasil mendigitalkan 193.646 halaman manuskrip dari 58 koleksi milik masyarakat Indonesia.

“DREAMSEA memfasilitasi penyediaan digitalisasi manuskrip untuk dimanfaatkan berbagai keperluan termasuk penyelamatan aksara. Dari ribuan manuskrip yang telah berhasil didigitalisasi oleh DREAMSEA, teridentifikasi 18 jenis aksara yang digunakan. Tentu saja, perlu dilakukan tindak lanjut setelah digitalisasi naskah. Digitalisasi aksara adalah salah satu yang dapat diupayakan,” paparnya.

Senada dengan Prof. Oman, Ketua Umum Manassa, Dr. Munawar Holil menyatakan “Digitalisasi manuskrip Nusantara yang telah dilakukan oleh berbagai lembaga maupun perorangan merupakan salah satu langkah preservasi isi kandungan naskah. Aksara yang terdokumentasi dalam manuskrip digital perlu dibaca agar isinya dapat dikontekstualisasikan di masa kini. Digitalisasi aksara pada manuskrip membuka peluang untuk dimanfaatkan dalam kajian Filologi Nusantara.”
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!