Meteorit Langka yang Jatuh di Inggris Mengandung 'Bahan untuk Kehidupan'
Selasa, 09 Maret 2021 - 08:33 WIB
Batu antariksa asli bergerak dengan kecepatan hampir 14 kilometer per detik sebelum menabrak atmosfer bumi dan akhirnya mendarat di jalan masuk di Winchcombe. Potongan meteorit lainnya telah ditemukan di daerah setempat.
Rekaman bola api yang diambil oleh masyarakat dan jaringan kamera Aliansi Bola Api Inggris membantu menemukan meteorit itu dan menentukan dengan tepat dari mana asalnya di tata surya.
"Hampir semua meteorit datang dari asteroid, sisa bahan penyusun tata surya yang dapat memberi tahu kita bagaimana planet seperti Bumi terbentuk. Kesempatan untuk menjadi salah satu orang pertama yang melihat dan mempelajari meteorit yang ditemukan adalah mimpi yang menjadi kenyataan," kata Ashley King, peneliti Inggris.
Meteorit jauh lebih tua dari batuan manapun di Bumi. Mereka biasanya melakukan perjalanan selama ribuan tahun melalui ruang angkasa sebelum sampai ke Bumi. (Baca juga: Detik-detik Gunung Es Raksasa A74 Memisahkan Diri dari Antartika)
Batu antariksa, kata museum, mirip dengan sampel yang baru-baru ini dikembalikan ke Bumi dari luar angkasa oleh misi Hayabusa2 Jepang, yang mengembalikan sekitar 5,4 gram fragmen dari asteroid Ryugu.
Rekaman bola api yang diambil oleh masyarakat dan jaringan kamera Aliansi Bola Api Inggris membantu menemukan meteorit itu dan menentukan dengan tepat dari mana asalnya di tata surya.
"Hampir semua meteorit datang dari asteroid, sisa bahan penyusun tata surya yang dapat memberi tahu kita bagaimana planet seperti Bumi terbentuk. Kesempatan untuk menjadi salah satu orang pertama yang melihat dan mempelajari meteorit yang ditemukan adalah mimpi yang menjadi kenyataan," kata Ashley King, peneliti Inggris.
Meteorit jauh lebih tua dari batuan manapun di Bumi. Mereka biasanya melakukan perjalanan selama ribuan tahun melalui ruang angkasa sebelum sampai ke Bumi. (Baca juga: Detik-detik Gunung Es Raksasa A74 Memisahkan Diri dari Antartika)
Batu antariksa, kata museum, mirip dengan sampel yang baru-baru ini dikembalikan ke Bumi dari luar angkasa oleh misi Hayabusa2 Jepang, yang mengembalikan sekitar 5,4 gram fragmen dari asteroid Ryugu.
(ysw)
Lihat Juga :