Meteorit Langka yang Jatuh di Inggris Mengandung 'Bahan untuk Kehidupan'

Selasa, 09 Maret 2021 - 08:33 WIB
loading...
Meteorit Langka yang...
Batu meteorit yang sangat langka ini jatuh di jalan masuk Winchcombe di Inggris pada 28 Februari. Foto/CNN
A A A
LONDON - Bola api yang menerangi langit di atas Britania Raya dan Eropa Utara pada 28 Februari 2021 merupakan jenis meteorit yang sangat langka. Pecahan batuan luar angkasa yang ditemukan di jalan masuk di Cotswolds dapat memberikan jawaban atas pertanyaan tentang sejarah awal tata surya dan kehidupan di Bumi.

Dikutip dari CNN , meteroit yang di kumpulkan dari kota kecil Gloucestershire di Winchcombe oleh para ilmuwan mencapai 300 gram (10,6 ons). Batuan yang terbentuk dari kondrit berkarbon tersebut merupakan salah satu bahan paling primitif dan murni di tata surya dan telah diketahui mengandung bahan organik dan asam amino - bahan untuk kehidupan. (Baca: Timbulkan Suara Super Sonik, Bola Api Jatuh di Inggris Selatan)

Museum Sejarah Alam di London mengatakan pecahan itu diambil dalam kondisi yang sangat baik tak lama ketika jatuh ke Bumi. "Saya terkejut ketika melihatnya dan segera tahu itu adalah meteorit langka dan peristiwa yang benar-benar unik," kata Richard Greenwood, seorang peneliti ilmu planet di Universitas Terbuka.

Greenwood mengatakan, dirinya tak percaya karena menjadi orang yang pertama menemukan bebatuan tersebut tak lama setelah mencapai tanah.

Ada sekitar 65.000 meteorit yang diketahui menuju Bumi. Namun hanya 1.206 meteor yang jatuh ke Bumi. Dari jumlag meteorit ayng jatuh ke Bumi, hanya 51 yang merupakan kondrit berkarbon. (Baca juga: Angkatan Luar Angkasa AS Luncurkan Roket Pertama untuk Pelajari Ionosfer)

Bola api itu dilihat oleh ribuan saksi mata di seluruh Inggris dan Eropa Utara dan tertangkap oleh pengawasan rumah dan kamera lain ketika jatuh ke Bumi pada pukul 21.54. GMT pada 28 Februari.

Batu antariksa asli bergerak dengan kecepatan hampir 14 kilometer per detik sebelum menabrak atmosfer bumi dan akhirnya mendarat di jalan masuk di Winchcombe. Potongan meteorit lainnya telah ditemukan di daerah setempat.

Rekaman bola api yang diambil oleh masyarakat dan jaringan kamera Aliansi Bola Api Inggris membantu menemukan meteorit itu dan menentukan dengan tepat dari mana asalnya di tata surya.

"Hampir semua meteorit datang dari asteroid, sisa bahan penyusun tata surya yang dapat memberi tahu kita bagaimana planet seperti Bumi terbentuk. Kesempatan untuk menjadi salah satu orang pertama yang melihat dan mempelajari meteorit yang ditemukan adalah mimpi yang menjadi kenyataan," kata Ashley King, peneliti Inggris.

Meteorit jauh lebih tua dari batuan manapun di Bumi. Mereka biasanya melakukan perjalanan selama ribuan tahun melalui ruang angkasa sebelum sampai ke Bumi. (Baca juga: Detik-detik Gunung Es Raksasa A74 Memisahkan Diri dari Antartika)

Batu antariksa, kata museum, mirip dengan sampel yang baru-baru ini dikembalikan ke Bumi dari luar angkasa oleh misi Hayabusa2 Jepang, yang mengembalikan sekitar 5,4 gram fragmen dari asteroid Ryugu.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sebuah Asteroid Menabrak...
Sebuah Asteroid Menabrak Bulan pada 2032, Dampaknya Akan Mencapai Bumi
Ilmuwan Temukan Kehidupan...
Ilmuwan Temukan Kehidupan dalam Sampel Asteroid Bennu
Karena Alasan Ini, Batu...
Karena Alasan Ini, Batu dari Mars di Afrika Diselidiki
Asteroid 2024 YR4 Diklaim...
Asteroid 2024 YR4 Diklaim Akan Menabrak Bulan
NASA Umumkan Baru Saja...
NASA Umumkan Baru Saja Selamatkan Bumi dari Kehancuran
NASA Kurangi Risiko...
NASA Kurangi Risiko Ancaman Asteroid Berbahaya Menjadi 0,28 Persen
Jadi Senjata Canggih...
Jadi Senjata Canggih Baru Indonesia, Ini Kehebatan Rudal Meteor
Mengenal Prof Premana,...
Mengenal Prof Premana, Dosen Astronomi ITB yang Namanya Abadi di Langit
Meteor Cirebon Jadi...
Meteor Cirebon Jadi Alarm Bahaya, Fisikawan IPB Ungkap Ancaman Asteroid hingga Badai Matahari
Rekomendasi
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah Muharram, Harian, Tasua dan Asyura
Berita Terkini
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved