Diklaim Kebal Seumur Hidup, Uji Klinis Vaksin Nusantara Harus Dibuktikan

Jum'at, 19 Februari 2021 - 19:35 WIB
Dia menjelaskan lebih lanjut bahwa data uji klinis fase dua vaksin Nusantara, sampai saat ini saja belum ada, apalagi fase ketiga. Jadi, jika mau bicara soal klaim, tentu harus dengan data. Harus dengan evidence based medicine.

"Jangan malah membuat publik bingung," komentarnya.

Bahkan, para ahli dunia pun belum bisa menjawab apakah vaksin Moderna atau Sinovac, bahkan Pfizer antibodinya tahan berapa lama. "Tidak ada itu klaim yang mereka sampaikan bahwa antibodi dari vaksin-vaksin tersebut bisa bertahan enam bulan, satu tahun, apalagi seumur hidup," tegas Prof Beri.

"Sekali lagi, saya mendukung upaya eradikasi seperti vaksin . Tapi, perlihatkan kepada publik datanya. Biar tak gaduh. Vaksin influenza saja bertahan kurang lebih setahun karena dipengaruhi oleh mutasi virusnya," tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Prof Beri mengatakan bahwa dia tak tahu apa motif klaim vaksin Nusantara tersebut dikeluarkan ke publik. "Ada yang tahu?" tanyanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!