Disuruh Bayar, Ehh Facebook Malah Blokir Konten Berita di Australia
Kamis, 18 Februari 2021 - 14:35 WIB
Sementara Facebook, menilai, undang-undang Australia yang diusulkan itu pada dasarnya salah memahami hubungan antara platform mereka dan penerbit yang menggunakannya untuk berbagi konten berita. Dikatakan bahwa pihaknya menghadapi pilihan sulit antara mencoba untuk mematuhi undang-undang, atau melarang konten berita pada layanannya di Australia -dan dengan berat hati mereka memilih yang terakhir.
Raksasa media sosial itu, mengatakan, telah menjelaskan selama berbulan-bulan bahwa pertukaran nilai antara Facebook dan penerbit berjalan sesuai dengan keinginan penerbit. Ini merupakan kebalikan dari apa yang harus diasumsikan oleh undang-undang tersebut kepada arbiter.
"Kami memahami banyak yang akan bertanya mengapa platform mungkin merespons secara berbeda," kata pernyataan Facebook.
"Jawabannya adalah karena platform kami memiliki hubungan yang berbeda secara fundamental dengan berita. Sedangkan Google Search terkait erat dengan berita dan penerbit tidak secara sukarela menyediakan kontennya," lanjut pernyataan Facebook. Baca juga: Mau Daftar CPNS 2021? Ini Bocoran Persyaratannya
Raksasa media sosial itu, mengatakan, telah menjelaskan selama berbulan-bulan bahwa pertukaran nilai antara Facebook dan penerbit berjalan sesuai dengan keinginan penerbit. Ini merupakan kebalikan dari apa yang harus diasumsikan oleh undang-undang tersebut kepada arbiter.
"Kami memahami banyak yang akan bertanya mengapa platform mungkin merespons secara berbeda," kata pernyataan Facebook.
"Jawabannya adalah karena platform kami memiliki hubungan yang berbeda secara fundamental dengan berita. Sedangkan Google Search terkait erat dengan berita dan penerbit tidak secara sukarela menyediakan kontennya," lanjut pernyataan Facebook. Baca juga: Mau Daftar CPNS 2021? Ini Bocoran Persyaratannya
(iqb)
Lihat Juga :