Manusia Neanderthal Ikut Andil Dalam Kesembuhan Pasien Covid-19, Bagaimana Caranya?
Rabu, 17 Februari 2021 - 19:17 WIB
"Kami menunjukkan bahwa haplotipe pada kromosom 12, yang dikaitkan dengan sekitar 22% penurunan risiko dari COVID-19 ketika terinfeksi oleh SARS-CoV-2, diwarisi dari Neanderthal," katanya. Resiko relatif ini, lanjutnya, membutuhkan perawatan intensif berkurang sekitar 22% per salinan haplotipe Neandertal.
Penemuan ini dapat membantu menjelaskan mengapa pasien berkulit hitam jauh lebih parah jika terinfeksi virus corona. Pendapat ini dikemukakan karena manusia Neanderthal, yang punah sekitar 40.000 tahun yang lalu, hidup berdampingan dan kawin dengan manusia modern di Eropa dan Asia tetapi tidak di Afrika. (Baca juga: Tianwen-1 China Dijadwalkan Mendarat di Mars Mei 2021)
"Jadi orang-orang keturunan Afrika murni tidak membawa DNA Neanderthal. Studi memperkirakan bahwa sekitar 2% DNA pada orang keturunan Eropa dan Asia dapat ditelusuri kembali ke Neanderthal," katanya.
Penemuan ini dapat membantu menjelaskan mengapa pasien berkulit hitam jauh lebih parah jika terinfeksi virus corona. Pendapat ini dikemukakan karena manusia Neanderthal, yang punah sekitar 40.000 tahun yang lalu, hidup berdampingan dan kawin dengan manusia modern di Eropa dan Asia tetapi tidak di Afrika. (Baca juga: Tianwen-1 China Dijadwalkan Mendarat di Mars Mei 2021)
"Jadi orang-orang keturunan Afrika murni tidak membawa DNA Neanderthal. Studi memperkirakan bahwa sekitar 2% DNA pada orang keturunan Eropa dan Asia dapat ditelusuri kembali ke Neanderthal," katanya.
(ysw)
Lihat Juga :