Hati-hati, Pengguna Clubhouse Rentan Diacak-acak Hacker China

Senin, 15 Februari 2021 - 18:05 WIB
Pihak Agora mengatakan kepada SIO bahwa mereka tidak menyimpan audio atau metadata pengguna, selain untuk memantau kualitas jaringan dan menagih kliennya, dan selama audio disimpan di server di AS, pemerintah China tidak akan dapat mengakses data tersebut.

Sedangkan pihak Clubhouse mengatakan kepada peneliti SIO dalam sebuah pernyataan bahwa ketika aplikasi diluncurkan, pengembang memutuskan untuk tidak menyediakannya di China, mengingat rekam jejak China dalam privasi.

Namun, beberapa pengguna di China menemukan solusi untuk mendownload aplikasi, yang berarti — sampai aplikasi diblokir oleh China awal minggu ini - percakapan yang mereka ikuti dapat dikirim melalui server China.

Perusahaan mengatakan kepada SIO, mereka akan meluncurkan perubahan untuk menambahkan enkripsi dan pemblokiran tambahan untuk mencegah klien Clubhouse mengirim ping ke server China. Clubhouse juga akan menyewa perusahaan keamanan eksternal untuk meninjau dan memvalidasi pembaruan.

Sekadar informasi, Clubhouse merupakan aplikasi live-video khusus undangan dan hanya ada di iOS. Aplikasi ini menjadi populer sejak banyak orang di Silicon Valley, termasuk CEO Telsa Elon Musk yang memulai debut Clubhouse-nya awal bulan ini. Clubhouse Elon Musk itu akhirnya menarik ribuan pendengar secara bersamaan. Baca juga: Bebas PPnBM, Ini Perkiraan Harga Baru Low MPV di Indonesia
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!