Peserta XL Future Leaders Gali Kemampuan IoT dari Pakar Huawei
Kamis, 04 Februari 2021 - 22:29 WIB
Sebagai mitra, Huawei akan turut berbagi topik-topik yang beragam, salah satunya adalah tentang “Problem analysis Decision Making”. Huawei berharap, para peserta dari kalangan generasi muda Indonesia akan mendapatkan manfaat optimal baik dari pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan maupun dari program kepemimpinan masa depan.
"Mulai tahun 2021 ini, XLFL melakukan pengembangan materi kurikulum dengan lebih menyesuaikan pada perkembangan teknologi digital yang terjadi pada saat ini. Salah satu bentuknya, selain melalui lokakarya regular, kami juga melakukan penambahan materi edukasi untuk para mahasiswa, bisa berupa penambahan pengetahuan dari berbagai pihak di luar XLFL," ucap I Gede Darmayusa.
Di tahap awal ini, lanjut dia, XLFL menggandeng Huawei untuk memberikan materi terkait teknologi. Huawei memiliki program edukasi Huawei Learning Service yang dapat dikolaborasikan.
Dia menambahkan, training mengenai IoT dari Huawei ini akan menambah pengetahuan para mahasiswa XLFL. Pemberi materi merupakan para ahli dari perusahaan teknologi yang memiliki proyek di seluruh dunia.
Kedua tema pelatihan tersebut, ujar I Gede Darmayusa, diperlukan untuk melengkapi pembelajaran mereka tentang kepemimpinan. Sehingga diharapkan pada saat peserta sudah menjadi pemimpin di masa depan, mereka mampu membuat keputusan dan menganalisis problem.
"Training ini sekaligus akan melengkapi berbagai kelas regular XLFL yang selama ini telah mereka peroleh dari lokakarya, mentoring, juga webinar yang mengajarkan berbagai ketrampilan nonteknis," tandasnya.
Ada dua tema utama untuk materi yang akan diberikan oleh para pengajar dari Huawei. Yaitu, mengenai “Roads to IoT Business” yang akan memberikan gambaran mengenai solusi IoT dari sisi bisnis. Materi ini juga akan bermanfaat bagi mereka jika hendak menjadikan solusi IoT sebagai bisnis yang akan mereka geluti di masa depan.
"Mulai tahun 2021 ini, XLFL melakukan pengembangan materi kurikulum dengan lebih menyesuaikan pada perkembangan teknologi digital yang terjadi pada saat ini. Salah satu bentuknya, selain melalui lokakarya regular, kami juga melakukan penambahan materi edukasi untuk para mahasiswa, bisa berupa penambahan pengetahuan dari berbagai pihak di luar XLFL," ucap I Gede Darmayusa.
Di tahap awal ini, lanjut dia, XLFL menggandeng Huawei untuk memberikan materi terkait teknologi. Huawei memiliki program edukasi Huawei Learning Service yang dapat dikolaborasikan.
Dia menambahkan, training mengenai IoT dari Huawei ini akan menambah pengetahuan para mahasiswa XLFL. Pemberi materi merupakan para ahli dari perusahaan teknologi yang memiliki proyek di seluruh dunia.
Kedua tema pelatihan tersebut, ujar I Gede Darmayusa, diperlukan untuk melengkapi pembelajaran mereka tentang kepemimpinan. Sehingga diharapkan pada saat peserta sudah menjadi pemimpin di masa depan, mereka mampu membuat keputusan dan menganalisis problem.
"Training ini sekaligus akan melengkapi berbagai kelas regular XLFL yang selama ini telah mereka peroleh dari lokakarya, mentoring, juga webinar yang mengajarkan berbagai ketrampilan nonteknis," tandasnya.
Ada dua tema utama untuk materi yang akan diberikan oleh para pengajar dari Huawei. Yaitu, mengenai “Roads to IoT Business” yang akan memberikan gambaran mengenai solusi IoT dari sisi bisnis. Materi ini juga akan bermanfaat bagi mereka jika hendak menjadikan solusi IoT sebagai bisnis yang akan mereka geluti di masa depan.
Lihat Juga :