Mengenal Dahua Technology, Raksasa IP Camera Asal China di Dunia
Rabu, 03 Februari 2021 - 23:15 WIB
Dahua Technology telah mengajukan lebih dari 2,800 paten, termasuk lebih dari 150 paten internasional, dan menawarkan solusi, sistem, serta layanan keamanan end to end untuk menciptakan nilai bagi city operation, manajemen perusahaan, dan konsumen. Termasuk mengeksplorasi peluang yang muncul berdasarkan teknologi video IoT dan telah membangun bisnis dalam hal mesin, sistem konferensi video, drone profesional, pelat nomor elektronik, RFID, robotika, dan lainnya.
Dahua Technology pertama kali berdiri tahun 2001 dan langsung terjun ke dalam industri video surveillance. Pada 2008 ikut IPO dan tahun 2014 mengadopsi teknologi cloud. Lalu resmi masuk ke dalam pasar keamanan retail dengan membangun merek Imou serta mendirikan perusahaan cabang luar negeri pertama di Amerika Serikat. Selanjutnya tahun 2017 Dahua Smart (IoT) manufacturing park resmi beroperasi.
Untuk Indonesia, Siti Li berharap bisa mencapai target 30% dari market share IP Cam atau Smart Camera. Caranya dengan menambah lini produk, meningkatkan pelayanan purnajual dan meningkatkan brand awareness. Apalagi masyarakat Indonesia makin menyadari pentingnya IP Cam atau Smart Cam untuk memantau keamanan rumah.
“Masyarakat Indonesia sudah menyadari pentingnya IP Cam/Smart Cam untuk memantau keamanan di rumah, tapi belum mengganggap sebagai kebutuhan utama yang harus ada. Apalagi memang masih ada beberapa kendala di beberapa daerah maupun terkait kecepatan internet yang belum mendukung keberadaan sepenuhnya keberadaan IP Cam/Smart Cam,” pungkas Siti Li. Baca juga: Jokowi Kerek Target Investasi 2021 Jadi Rp900 Triliun, Menko Luhut: Itu Tidak Sulit
Dahua Technology pertama kali berdiri tahun 2001 dan langsung terjun ke dalam industri video surveillance. Pada 2008 ikut IPO dan tahun 2014 mengadopsi teknologi cloud. Lalu resmi masuk ke dalam pasar keamanan retail dengan membangun merek Imou serta mendirikan perusahaan cabang luar negeri pertama di Amerika Serikat. Selanjutnya tahun 2017 Dahua Smart (IoT) manufacturing park resmi beroperasi.
Untuk Indonesia, Siti Li berharap bisa mencapai target 30% dari market share IP Cam atau Smart Camera. Caranya dengan menambah lini produk, meningkatkan pelayanan purnajual dan meningkatkan brand awareness. Apalagi masyarakat Indonesia makin menyadari pentingnya IP Cam atau Smart Cam untuk memantau keamanan rumah.
“Masyarakat Indonesia sudah menyadari pentingnya IP Cam/Smart Cam untuk memantau keamanan di rumah, tapi belum mengganggap sebagai kebutuhan utama yang harus ada. Apalagi memang masih ada beberapa kendala di beberapa daerah maupun terkait kecepatan internet yang belum mendukung keberadaan sepenuhnya keberadaan IP Cam/Smart Cam,” pungkas Siti Li. Baca juga: Jokowi Kerek Target Investasi 2021 Jadi Rp900 Triliun, Menko Luhut: Itu Tidak Sulit
(iqb)
Lihat Juga :