Kehadiran Aplikasi 'Ekosis' Bikin Adem Hati Para Petani
Senin, 01 Februari 2021 - 01:05 WIB
Dengan Ekosis petani dapat menjual hasil panennya dengan harga yang layak. Foto/Ist
JAKARTA - Wabah virus Corona baru belum mereda di Indonesia. Kondisi ini ikut menambah daftar masalah di bidang agribisnis .
Di awal tahun 2021 ini saja misalnya, petani risau karena harga jual yang turun. Mereka tidak bisa berharap mendapatkan untung, sebab mencari balik modal saja sulit. Baca juga: Begini Islam dalam Menyikapi Masalah Pertanian dan Pengobatan
Sejumlah harga komoditas anjlok. Sebut saja komoditas tomat di wilayah Pagaralam, Sumsel yang harganya merosot di angka Rp600/kg dari harga normal Rp9.000/kg di tingkat petani.
Terkait kondisi ini, Felicia Yulie Mills, Bussiness Development Specialist Ekosis , mengatakan, berbagai keterbatasan petani menjadi pemicu rentetan permasalahan yang terjadi saat ini. Mulai dari keterbatasan mereka dalam memasarkan produk, panjangnya rantai distribusi, hingga sulitnya akses pada angkutan logistik.
Di awal tahun 2021 ini saja misalnya, petani risau karena harga jual yang turun. Mereka tidak bisa berharap mendapatkan untung, sebab mencari balik modal saja sulit. Baca juga: Begini Islam dalam Menyikapi Masalah Pertanian dan Pengobatan
Sejumlah harga komoditas anjlok. Sebut saja komoditas tomat di wilayah Pagaralam, Sumsel yang harganya merosot di angka Rp600/kg dari harga normal Rp9.000/kg di tingkat petani.
Terkait kondisi ini, Felicia Yulie Mills, Bussiness Development Specialist Ekosis , mengatakan, berbagai keterbatasan petani menjadi pemicu rentetan permasalahan yang terjadi saat ini. Mulai dari keterbatasan mereka dalam memasarkan produk, panjangnya rantai distribusi, hingga sulitnya akses pada angkutan logistik.
Lihat Juga :