Ilmuwan Rekomendasikan Planet Ini Direkayasa untuk Dihuni Manusia
Jum'at, 22 Januari 2021 - 10:25 WIB
Planet Mars dan Bulan mungkin bukan tempat terbaik untuk koloni manusia karena gravitasi alaminya sangat berbeda dengan Bumi. Ilmuwan tahu bahwa astronot menghadapi masalah kesehatan saat kembali ke Bumi dari lingkungan rendah atau nol-gravitasi. (Baca juga: Laba-laba Pintar Ini Menjerat Mangsanya dengan Perangkap Daun)
Alternatif model koloni planet adalah koloni ruang angkasa buatan yangn mengorbit Matahari seperti stasiun luar angkasa. Namun ide ini tidak bisa diwujudkan begitu saja untuk sebuah koloni baru. Jika populasi tumbuh terlalu besar untuk satu pemukiman, mungkin diperlukan beberapa pemukiman.
Solusi Janhunen untuk membuat koloni dengan basis Ceres cukup rapi, setidaknya dalam konsep. Penelitian terbaru menunjukan kalau Ceres mungkin memiliki banyak air di bawah permukaannya. "Mengangkat material dari Ceres sangat murah dibandingkan dengan memprosesnya karena Ceres memiliki gravitasi rendah," katanya.
Untuk pelindung radiasi, bisa dibangun dari 80 persen regolith silikat (batuan dari Ceres) dan air. Habitat tersebut akan dibagi menjadi ruang pedesaan dan perkotaan, dengan kedalaman tanah 1,5 meter sampai dengan 4 meter sesuai kebutuhan untuk pepohonan dan taman. (Baca juga: Situs Kota Berusia 5.000 Tahun Terancam Rusak Akibat perambahan)
Karena Ceres sangat jauh dari Matahari, cermin dapat digunakan untuk mengarahkan sinar matahari ke habitat, untuk tujuan bercocok tanam, untuk penerangan, dan untuk tenaga surya. Cermin-cermin ini akan digantung di satu sisi satelit berbentuk cakram dan dapat disesuaikan saat planet kerdil itu bergerak mengelilingi Matahari.
Alternatif model koloni planet adalah koloni ruang angkasa buatan yangn mengorbit Matahari seperti stasiun luar angkasa. Namun ide ini tidak bisa diwujudkan begitu saja untuk sebuah koloni baru. Jika populasi tumbuh terlalu besar untuk satu pemukiman, mungkin diperlukan beberapa pemukiman.
Solusi Janhunen untuk membuat koloni dengan basis Ceres cukup rapi, setidaknya dalam konsep. Penelitian terbaru menunjukan kalau Ceres mungkin memiliki banyak air di bawah permukaannya. "Mengangkat material dari Ceres sangat murah dibandingkan dengan memprosesnya karena Ceres memiliki gravitasi rendah," katanya.
Untuk pelindung radiasi, bisa dibangun dari 80 persen regolith silikat (batuan dari Ceres) dan air. Habitat tersebut akan dibagi menjadi ruang pedesaan dan perkotaan, dengan kedalaman tanah 1,5 meter sampai dengan 4 meter sesuai kebutuhan untuk pepohonan dan taman. (Baca juga: Situs Kota Berusia 5.000 Tahun Terancam Rusak Akibat perambahan)
Karena Ceres sangat jauh dari Matahari, cermin dapat digunakan untuk mengarahkan sinar matahari ke habitat, untuk tujuan bercocok tanam, untuk penerangan, dan untuk tenaga surya. Cermin-cermin ini akan digantung di satu sisi satelit berbentuk cakram dan dapat disesuaikan saat planet kerdil itu bergerak mengelilingi Matahari.
Lihat Juga :