Situs Kota Berusia 5.000 Tahun di Amerika Terancam Rusak Akibat Perambahan
Rabu, 20 Januari 2021 - 14:24 WIB
Arkeolog mengatakan kepada tim AFP yang mengunjungi Caral bahwa invasi dan penghancuran liar dimulai pada Maret ketika pandemi membuat negara tersebut di lockdown.
"Ada orang yang datang dan menguasai situs ini, yang merupakan properti negara. Mereka menggunakannya untuk berladang. Ini sangat berbahaya karena mereka menghancurkan bukti budaya berusia 5.000 tahun," kata arkeolog Daniel Mayta kepada AFP. (Baca juga: Siap-siap Terkejut! Ini Jawaban WHO Soal Pasien Nol Covid-19)
Lahan situs seluas 10 hektare itu dikuasai warga untuk menanam alpukat, pohon buah-buahan dan kacang. "Mereka tidak mau pergi walau sudah diberitahu kalau itu lahan negara dan merupakan situs warisan dunia," kata Mayta.
Direktur Zona Arkeologi Cara, Shady mengatakan, pihaknya telah melakukan penggalian di situs itu sejak tahun 1996. Namun keberadaan situs itu belakangan terancam karena ulah para calo tanah demi keuntungan pribadi.
"Mereka juga mengancam pengacara kami melalui telepon dan akan membunuhsekaligus menguburnya di situs tersebut," kata Shady.
"Ada orang yang datang dan menguasai situs ini, yang merupakan properti negara. Mereka menggunakannya untuk berladang. Ini sangat berbahaya karena mereka menghancurkan bukti budaya berusia 5.000 tahun," kata arkeolog Daniel Mayta kepada AFP. (Baca juga: Siap-siap Terkejut! Ini Jawaban WHO Soal Pasien Nol Covid-19)
Lahan situs seluas 10 hektare itu dikuasai warga untuk menanam alpukat, pohon buah-buahan dan kacang. "Mereka tidak mau pergi walau sudah diberitahu kalau itu lahan negara dan merupakan situs warisan dunia," kata Mayta.
Direktur Zona Arkeologi Cara, Shady mengatakan, pihaknya telah melakukan penggalian di situs itu sejak tahun 1996. Namun keberadaan situs itu belakangan terancam karena ulah para calo tanah demi keuntungan pribadi.
"Mereka juga mengancam pengacara kami melalui telepon dan akan membunuhsekaligus menguburnya di situs tersebut," kata Shady.
Lihat Juga :