Begini Cara Ilmuwan Memperkirakan Usia Benda-benda Purbakala

Sabtu, 16 Januari 2021 - 08:29 WIB
Fosil Archaeopteryx, burung tertua yang pernah tercatat arkeolog. Foto/dok
JAKARTA - Kemampuan untuk menentukan tanggal secara tepat, atau mengidentifikasi usia suatu benda, dapat mengajari manusia kapan Bumi terbentuk, membantu mengungkap iklim masa lalu, dan memberi tahu kita bagaimana manusia purba hidup. Lalu bagaimana para ilmuwan mengukur usia suatu benda dan bagaimana akurasinya?

Menurut para ahli, penanggalan radiokarbon adalah metode yang paling umum sejauh ini. Metode ini melibatkan pengukuran jumlah karbon-14, isotop karbon radioaktif - atau versi atom dengan jumlah neutron berbeda. Karbon-14 ada di mana-mana di lingkungan. (Baca: Patung Kuno dengan Hiasan Kepala Mirp 'Star Wars' Ditemukan di Meksiko)



Setelah terbentuk tinggi di atmosfer, tumbuhan menghirupnya dan hewan menghembuskannya, kata Thomas Higham, seorang arkeolog dan spesialis penanggalan radiokarbon di Universitas Oxford di Inggris. "Segala sesuatu yang hidup menghirup karbon 14 ini," kata Higham, seperti dikutip Live Science.

Sementara bentuk karbon yang paling umum memiliki enam neutron, karbon-14 memiliki dua tambahan. Itu membuat isotop lebih berat dan jauh lebih tidak stabil daripada bentuk karbon yang paling umum. Jadi setelah ribuan tahun, karbon-14 akhirnya rusak. Salah satu neutronnya terpecah menjadi proton dan elektron. Saat elektron lolos, proton tetap menjadi bagian dari atom. Dengan satu neutron lebih sedikit dan satu proton lagi, isotop meluruh menjadi nitrogen. (Baca juga: Astronom Temukan Planet Seperti Bumi yang Setua Alam semesta)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!