Mengenal ROV, Robot Canggih Pencari Black Box Sriwijaya Air yang Jatuh
Senin, 11 Januari 2021 - 19:01 WIB
Teknologi ROV pertama kali dikembangkan oleh tahun 1960-an ke dalam Kabel-Controlled Underwater Pemulihan Vehicle (Curv). Kala itu mereka digunakan operasi penyelamatan laut dalam dan memulihkan objek dari dasar laut, seperti bom nuklir yang hilang di Laut Mediterania setelah kecelakaan Palomares B-52 tahun 1966.
Didunia, ROV Submersifle milik Amerika berhasil menemukan bangkai kapal bersejarah yakni RMS Titanic, Bismarck, USS Yorktown, dan SS Central America.
Sementara di Indonesia, ROV digunakan Kapal Baruna Jaya I yang ikut dilibatkan dalam beberapa misi operasi SAR seperti pencarian jatuhnya pesawat Air Asia QZ 8501 pada 2015 di Laut Jawa, KM Sinar Bangun di Danau Toba dan pesawat Lion Air JT 610 di Teluk Karawang tahun 2018 lalu. (Baca juga: Telkomsel Amankan Komunikasi Operasional Tim Evakuasi Korban Sriwijaya Air )
Didunia, ROV Submersifle milik Amerika berhasil menemukan bangkai kapal bersejarah yakni RMS Titanic, Bismarck, USS Yorktown, dan SS Central America.
Sementara di Indonesia, ROV digunakan Kapal Baruna Jaya I yang ikut dilibatkan dalam beberapa misi operasi SAR seperti pencarian jatuhnya pesawat Air Asia QZ 8501 pada 2015 di Laut Jawa, KM Sinar Bangun di Danau Toba dan pesawat Lion Air JT 610 di Teluk Karawang tahun 2018 lalu. (Baca juga: Telkomsel Amankan Komunikasi Operasional Tim Evakuasi Korban Sriwijaya Air )
(iqb)
Lihat Juga :