Vaksin Pfizer Disebut Tak Sanggup Lawan Virus Corona Mutasi Afrika Selatan

Jum'at, 08 Januari 2021 - 01:32 WIB
Karena itu, tulis New York Post, tes penetral akan segera mengungkapkan apakah kita perlu khawatir atau tidak. Saat ini, Public Health England, badan eksekutif Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial, mengatakan, untuk sekarang tidak ada bukti yang menunjukkan vaksin COVID-19 tidak akan melindungi B.1.1.7 dan 501.V2.

Selain itu, beberapa ahli mengatakan kepada The New York Times bahwa kemungkinan akan memakan waktu bertahun-tahun, bukan berbulan-bulan, agar virus Corona cukup bermutasi untuk mengecoh vaksin yang tersedia. "Ini akan menjadi proses yang terjadi dalam skala waktu beberapa tahun dan membutuhkan akumulasi dari beberapa mutasi virus," kata Jesse Bloom, ahli biologi evolusi di Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle.

"Ini tidak akan menjadi seperti tombol on-off, dalam hal seberapa cepat varian baru menjadi kebal terhadap vaksin saat ini," katanya.

Dengan kata lain, vaksin mungkin menjadi kurang efektif secara bertahap dari waktu ke waktu, daripada tiba-tiba tidak berfungsi. (Baca juga: Alat Screening COVID-19 GeNose C19 Sudah Siap Diproduksi Massal )
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!