Penemuan Fosil Ular Piton 48 Juta Tahun Ungkap Kampung Halaman 'si Sanca'

Rabu, 23 Desember 2020 - 23:36 WIB
Fosil python berumur 48 juta tahun ditemukan di Jerman. Foto/Senckenberg Gesellschaft für Naturforschung
JAKARTA - Para ilmuwan telah menemukan fosil ular piton tertua di dunia. Ditemukan di daratan Jerman, fosilnya berusia 48 juta tahun. (Baca juga: Berusia 65 Juta Tahun, Fosil Hidup Ikan Asprete Hanya Tersisa 12 Ekor )

Ditemukan di dekat danau kuno, sisa-sisa ular membantu para peneliti mempelajari dari mana ular piton berasal. Sebelumnya, tidak jelas apakah ular sanca berasal dari benua di belahan Bumi selatan, tempat mereka tinggal saat ini, atau belahan Bumi utara, tempat kerabat terdekat mereka yang masih hidup ditemukan. Tetapi spesies yang baru ditemukan ini -dijuluki Messelopython freyi- menunjukkan bahwa ular sanca berevolusi di Eropa.



"Sejauh ini, belum ada fosil awal yang akan membantu memutuskan antara asal belahan bumi utara dan selatan," kata rekan peneliti studi , Krister Smith, ahli paleontologi vertebrata di Senckenberg Research Institute di Frankfurt, Jerman, kepada Live Science.

"Fosil baru kami sejauh ini merupakan catatan ular piton tertua, dan (berada di Eropa) mereka mendukung asal usulnya di belahan Bumi Utara," kata Smith.

Fosil M freyi ditemukan di Messel Fossil Pit, dekat Frankfurt, Jerman. Dulunya situs ini merupakan tambang serpih minyak. Situs ini hampir menjadi tempat pembuangan sampah pada tahun 1970-an.

Namun saat itu, situs tersebut sudah dikenal dengan fosil luar biasa yang berasal dari zaman Eosen (antara 57 juta dan 36 juta tahun yang lalu). Jadi, pada 1995, menjadi situs UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization). Fosil yang ditemukan di sana termasuk kuda betina hamil, kura-kura kawin, dan kumbang berkilauan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!