Biaya Roket SpaceX SN8 yang Meledak Mencapai Rp3 Triliun
Jum'at, 11 Desember 2020 - 14:01 WIB
Menurut perusahaan nasihat keuangan dan investasi swasta, Motely Fool, pengembangan Starship SN8 diprediksi menelan biaya sekitar empat kali lipat dari Falcon 9, yang berarti sekitar USD216 juta atau Rp3,047 triliun. Foto/Ist.
CALIFORNIA - Roket Prototipe Starship SN8 milik SpaceX meledak dalam uji coba pertamanya. Meski berhasil terbang, tetapi mesin roket bernama Raptor itu tak mampu mencapai target ketinggian 41.000 kaki, sehingga harus kembali ke pangkalan. (Baca: Lagi, Puluhan Aplikasi China Dilarang Beroperasi di India)
Ketika turun ke landasan peluncuran, roket tersebut meledak meski sudah sempat menyentuh tanah. CEO Space SpaceX, Elon Musk, enggan menyebut bahwa bahwa ledakan tersebut merupakan sebuah kesalahan. Habiskan Rp12 Triliun, OSIRIS-REx NASA Sukses Ambil Batuan Asteroid Bennu
Menurutnya, kejadian itu merupakanRUD (Rapid Unscheduled Disassembly). Padahal, kata lainnya adalah meledak. Menurutnya, saat mendarat tanki bahan bakar roket mendapat tekanan rendah, sehingga menyebabkan kecepatan mendarat jadi tinggi dan RUD pun terjadi.
Prototipe terbaru ini merupakan roket SpaceX pertama yang dilengkapi dengan moncong kerucut, penutup bodi, dan tiga mesin. Pengujian itu berencana menempuh ketinggian hingga 12,5 kilometer, hampir 100 kali lebih tinggi dari roket sebelumnya yang meluncur di stratosfer.
Ketika turun ke landasan peluncuran, roket tersebut meledak meski sudah sempat menyentuh tanah. CEO Space SpaceX, Elon Musk, enggan menyebut bahwa bahwa ledakan tersebut merupakan sebuah kesalahan. Habiskan Rp12 Triliun, OSIRIS-REx NASA Sukses Ambil Batuan Asteroid Bennu
Menurutnya, kejadian itu merupakanRUD (Rapid Unscheduled Disassembly). Padahal, kata lainnya adalah meledak. Menurutnya, saat mendarat tanki bahan bakar roket mendapat tekanan rendah, sehingga menyebabkan kecepatan mendarat jadi tinggi dan RUD pun terjadi.
Prototipe terbaru ini merupakan roket SpaceX pertama yang dilengkapi dengan moncong kerucut, penutup bodi, dan tiga mesin. Pengujian itu berencana menempuh ketinggian hingga 12,5 kilometer, hampir 100 kali lebih tinggi dari roket sebelumnya yang meluncur di stratosfer.
Lihat Juga :