Bagaimana Polusi Plastik Tersebar? Begini Caranya
Senin, 23 November 2020 - 05:28 WIB
Memimpin penelitan ini, Datta menemukan bahwa mikropartikel didorong bebas ketika laju cairan yang mengalir melalui media berpori cukup tinggi. Dia dan para peneliti lainnya menunjukkan bahwa proses pengendapan atau pembentukan sumbatan, erosi, dan pemecahanan partikel telah membentuk sebuah siklus.
"Tidak hanya menemukan dinamika partikel yang terjebak, tersumbat, membangun endapan dan kemudian didorong masuk, tetapi proses tersebut memungkinkan partikel menyebar pada jarak lebih jauh daripada yang kita duga," kata Datta.
Para peneliti menguji dua jenis partikel yang bersifat "lengket" dan "tidak lengket", yang mirip dengan jenis mikroplastik di lingkungan. Anehnya, mereka menemukan bahwa tidak ada perbedaan terhadap dua jenis partikel tersebut. Keduanya masih tersumbat dan tidak tersumbat pada tekanan fluida yang cukup tinggi. Satu-satunya perbedaan adalah dimana klaster itu terbentuk.
Partikel "antilengket" cenderung terjebak hanya di lorong sempit, sedangkan partikel lengket tampaknya bisa terjebak di permukaan media padat yang mereka lalui. Sebagai hasil dari dinamika ini, jelas bahwa partikel "lengket" juga bisa menyebar ke area yang luas dan melalui ratusan pori.
Penelitian ini digambarkan dalam pemompaan mikropartikel polistiren fluoresen dan cairan melalui media berpori transparan yang dikembangkan di lab Datta. Mikropartikel kemudian bergerak dan diamati di bawah mikroskop.
Polistiren adalah mikropartikel plastik pembentuk styrofoam yang sering mengotori tanah dan saluran air melalui bahan pengiriman dan wadah makanan cepat saji. Media berpori yang mereka buat sangat mirip dengan struktur media yang terjadi secara alami, termasuk tanah, sedimen, dan akuifer air tanah.
"Tidak hanya menemukan dinamika partikel yang terjebak, tersumbat, membangun endapan dan kemudian didorong masuk, tetapi proses tersebut memungkinkan partikel menyebar pada jarak lebih jauh daripada yang kita duga," kata Datta.
Para peneliti menguji dua jenis partikel yang bersifat "lengket" dan "tidak lengket", yang mirip dengan jenis mikroplastik di lingkungan. Anehnya, mereka menemukan bahwa tidak ada perbedaan terhadap dua jenis partikel tersebut. Keduanya masih tersumbat dan tidak tersumbat pada tekanan fluida yang cukup tinggi. Satu-satunya perbedaan adalah dimana klaster itu terbentuk.
Partikel "antilengket" cenderung terjebak hanya di lorong sempit, sedangkan partikel lengket tampaknya bisa terjebak di permukaan media padat yang mereka lalui. Sebagai hasil dari dinamika ini, jelas bahwa partikel "lengket" juga bisa menyebar ke area yang luas dan melalui ratusan pori.
Penelitian ini digambarkan dalam pemompaan mikropartikel polistiren fluoresen dan cairan melalui media berpori transparan yang dikembangkan di lab Datta. Mikropartikel kemudian bergerak dan diamati di bawah mikroskop.
Polistiren adalah mikropartikel plastik pembentuk styrofoam yang sering mengotori tanah dan saluran air melalui bahan pengiriman dan wadah makanan cepat saji. Media berpori yang mereka buat sangat mirip dengan struktur media yang terjadi secara alami, termasuk tanah, sedimen, dan akuifer air tanah.
Lihat Juga :