Bahaya! Vaksinasi Umum Menurun, Indonesia Harus Waspadai Twindemics
Minggu, 22 November 2020 - 14:00 WIB
Belum lagi ditambah masih adanya berbagai tantangan telah berdatangan dari berbagai pihak dan golongan kepentingan. Antivaksinasi dan vaksin hesitansi telah ada sejak lama dan ini menyebabkan berbagai penyakit belum berhasil dikendalikan apalagi dieradikasi sesuai target WHO.
"Politisasi terhadap vaksinasi pun sudah mulai ramai dipergunjingkan masyarakat terhadap vaksin COVID-19 yang akan diluncurkan. Jika terlambat (vaksinasi menurun), dampaknya sudah bisa dirasakan dalam hitungan bulan," kata dr Kristoforus Hendra Djaya, SpPD, MBA, Advisor Yayasan Bersatu Sehatkan Indonesia.
Dia menegaskan, di sinilah peran dokter sebagai ujung tombak dalam mengedukasi masyarakat menjadi sangat penting. Para dokter harus bisa mengembalikan keyakinan masyarakat akan pentingnya imunisasi, meningkatkan cakupan imunisasi, hingga pada akhirnya dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa dan mencegah terjadinya Twindemics, suatu epidemi didalam pandemi akibat menurunnya cakupan imunisasi.
"Termasuk meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap vaksinasi COVID-19 yang akan diluncurkan tahun depan. Oleh karena itu, diperlukan adanya update informasi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan vaksinasi dan imunisasi di era pandemi bagi para dokter se-Indonesia," katanya.
Kristoforus menilai, saat ini adalah waktu yang paling tepat untuk menambah dan menyegarkan kembali pengetahuan para tenaga medis, terutama para dokter, mengenai vaksinasi, pentingnya edukasi, dan mencegah hesitansi. Para dokter harus bisa menjadi frontline educators dan trusted source of information demi masyarakat Indonesia yang sehat.
Untuk itu, ujar dia, Yayasan Bersatu Sehatkan Indonesia mempersembahkan forum vaksinologi terbesar tahun ini. Ini adalah perhelatan akbar Yayasan BSI yang dihadiri oleh banyak dokter dari seluruh Indonesia dan banyak pakar yang akan menjadi pembicaranya.
"Politisasi terhadap vaksinasi pun sudah mulai ramai dipergunjingkan masyarakat terhadap vaksin COVID-19 yang akan diluncurkan. Jika terlambat (vaksinasi menurun), dampaknya sudah bisa dirasakan dalam hitungan bulan," kata dr Kristoforus Hendra Djaya, SpPD, MBA, Advisor Yayasan Bersatu Sehatkan Indonesia.
Dia menegaskan, di sinilah peran dokter sebagai ujung tombak dalam mengedukasi masyarakat menjadi sangat penting. Para dokter harus bisa mengembalikan keyakinan masyarakat akan pentingnya imunisasi, meningkatkan cakupan imunisasi, hingga pada akhirnya dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa dan mencegah terjadinya Twindemics, suatu epidemi didalam pandemi akibat menurunnya cakupan imunisasi.
"Termasuk meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap vaksinasi COVID-19 yang akan diluncurkan tahun depan. Oleh karena itu, diperlukan adanya update informasi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan vaksinasi dan imunisasi di era pandemi bagi para dokter se-Indonesia," katanya.
Kristoforus menilai, saat ini adalah waktu yang paling tepat untuk menambah dan menyegarkan kembali pengetahuan para tenaga medis, terutama para dokter, mengenai vaksinasi, pentingnya edukasi, dan mencegah hesitansi. Para dokter harus bisa menjadi frontline educators dan trusted source of information demi masyarakat Indonesia yang sehat.
Untuk itu, ujar dia, Yayasan Bersatu Sehatkan Indonesia mempersembahkan forum vaksinologi terbesar tahun ini. Ini adalah perhelatan akbar Yayasan BSI yang dihadiri oleh banyak dokter dari seluruh Indonesia dan banyak pakar yang akan menjadi pembicaranya.
Lihat Juga :