Begini Ramalan Rumah.com tentang Industri Properti

Sabtu, 21 November 2020 - 10:22 WIB
Meski demikian, suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) masih jauh lebih tinggi dibandingkan suku bunga acuan BI. Berdasarkan data hingga Agustus 2020, rata-rata suku bunga KPR dan KPA sejak Januari 2019 adalah 8,75% sementara rata-rata suku bunga BI7DRR berada di angka 5,15%.

Adapun pergerakan suku bunga KPR dan KPA juga belum sedinamis BI7DRR. Jika suku bunga acuan BI tersebut sudah mengalami penurunan sebesar 33% pada Agustus 2020 dibandingkan awal 2019, suku bunga KPR dan KPA hanya turun sekitar 7% pada periode yang sama.

“Kami berharap kalangan perbankan mampu merangsang minat masyarakat untuk membeli rumah lewat program KPR dengan suku bunga yang menarik mengikuti penurunan Suku Bunga Acuan BI,” katanya.

Marine menjelaskan, berdasarkan hasil Rumah.com Indonesia Property Market Index Q4 2020 (RIPMI Q4 2020) bisa dilihat bahwa kenaikan indeks harga properti pada kuartal ketiga tahun 2020 secara kuartalan dapat dilihat sebagai tanda-tanda pemulihan pasar. Meski demikian, turunnya RIPMI secara tahunan menjadi pertanda bahwa pasar properti belum sepenuhnya pulih.

"Bagi pengembang, fokus pembangunan proyek baru sebaiknya diarahkan pada kawasan di dekat kawasan hunian terpadu atau kota mandiri. Sementara bagi konsumen, kuartal ini masih tetap menjadi buyer’s market, di mana RIPMI-H pada kuartal ini masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya," paparnya.

Bagi sebagian konsumen, membeli rumah di situasi seperti ini mungkin bukan keputusan yang ideal. Tetapi untuk mereka yang memang benar-benar siap secara finansial, keputusan sebaiknya diambil sekarang juga.

Dengan latar belakang kondisi tersebut, Rumah.com mendatangkan Asia Virtual Property Expo ke Indonesia. Diselenggarakan oleh PropertyGuru, Asia Virtual Property Expo menggunakan jaringan regionalnya untuk menampilkan lebih dari 300 proyek perumahan dari 10 negara termasuk Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, Vietnam, Kamboja, Filipina, Myanmar, Australia, dan Inggris dalam satu atap secara virtual.

Event virtual yang akan berlangsung selama satu bulan ini dibuat selayaknya pameran fisik, yang memungkinkan pembeli rumah dan mereka yang ingin berinvestasi di properti untuk merasakan langsung properti lokal maupun internasional, sekaligus berhubungan langsung dengan developer properti secara real-time dari kenyamanan di rumah masing-masing. (Baca juga: T eknologi 5G-nya Dijegal di Swedia, di Luar Dugaan Ericsson Bela Huawei )
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!