Ramai soal RUU Minol, Ini yang Terjadi saat Minuman Beralkohol Masuk ke Tubuh
Jum'at, 13 November 2020 - 15:43 WIB
Liver akan menggunakan enzim yang disebut alkohol dehidrogenase untuk mengubah alkohol menjadi zat yang cukup beracun yang disebut asetaldehida. Produksi zat inilah yang terkadang dapat membuat peminum merasa pusing.
Asetaldehida kemudian dipecah menjadi asam asetat. Setelah dipecah menjadi asam lemak, karbon dioksida atau air yang baru akan diterima oleh tubuh. Namun jika minum lebih banyak daripada yang bisa diproses liver, inilah yang menyebabkan mabuk. (Baca juga: Minuman Berakohol untuk Adat, Ritual Keagamaan dan Farmasi Diperbolehkan )
Makan sebelum menenggak alkohol dapat memperlambat efek alkohol itu sendiri. Ini karena ketika makan, alkohol dan makanan itu akan lebih lama bertahan di dalam perut. Artinya, minuman keras tidak langsung dilepas ke alirah darah dengan cepat.
Beda Penenggak Miras Perempuan dan Laki-laki
Secara umum, wanita memproses alkohol lebih cepat daripada pria. Ini karena pria cenderung memiliki lebih banyak jaringan otot dibandingkan wanita.
Asetaldehida kemudian dipecah menjadi asam asetat. Setelah dipecah menjadi asam lemak, karbon dioksida atau air yang baru akan diterima oleh tubuh. Namun jika minum lebih banyak daripada yang bisa diproses liver, inilah yang menyebabkan mabuk. (Baca juga: Minuman Berakohol untuk Adat, Ritual Keagamaan dan Farmasi Diperbolehkan )
Makan sebelum menenggak alkohol dapat memperlambat efek alkohol itu sendiri. Ini karena ketika makan, alkohol dan makanan itu akan lebih lama bertahan di dalam perut. Artinya, minuman keras tidak langsung dilepas ke alirah darah dengan cepat.
Beda Penenggak Miras Perempuan dan Laki-laki
Secara umum, wanita memproses alkohol lebih cepat daripada pria. Ini karena pria cenderung memiliki lebih banyak jaringan otot dibandingkan wanita.
Lihat Juga :