40 Juta Orang Asia Tenggara Gunakan Internet Pertama Kali Saat Pandemi
Jum'at, 13 November 2020 - 23:09 WIB
Lonjakan jumlah pengguna layanan berbasis teknologi internet juga meningkat di sejumlah sektor hingga 30 persen, terutama di edukasi, bahan makanan, dan pinjaman.
Delapan dari sepuluh orang di seluruh wilayah mengatakan teknologi membantu mereka melewati pandemi ini dan mereka menggunakan internet dengan berbagai alasan.
Pandemi ini juga menyebabkan permintaan dan akses ke layanan digital terus meluas di luar kota-kota terbesar di Asia Tenggara.
Di Indonesia, Malaysia, dan Filipina, lebih dari separuh orang yang baru mengenal layanan digital tinggal di wilayah non-metropolitan.
"Ini merupakan kemajuan yang menggembirakan, mengingat kesenjangan digital perkotaan-pedesaan adalah salah satu tantangan utama yang disoroti selama beberapa tahun terakhir," ujar Stephanie Davis Vice President Google Southeast Asia dilansir dari blog resmi Google, Jumat (13/11/2020).
Sektor e-commerce mencatat pertumbuhan paling cepat selama masa pandemi ini. Laporan tersebut menyebut bahwa transaksi e-commerce mencapai USD 62 miliar di tahun ini, dan diprediksi mencapai USD 172 miliar pada 2025.
Delapan dari sepuluh orang di seluruh wilayah mengatakan teknologi membantu mereka melewati pandemi ini dan mereka menggunakan internet dengan berbagai alasan.
Pandemi ini juga menyebabkan permintaan dan akses ke layanan digital terus meluas di luar kota-kota terbesar di Asia Tenggara.
Di Indonesia, Malaysia, dan Filipina, lebih dari separuh orang yang baru mengenal layanan digital tinggal di wilayah non-metropolitan.
"Ini merupakan kemajuan yang menggembirakan, mengingat kesenjangan digital perkotaan-pedesaan adalah salah satu tantangan utama yang disoroti selama beberapa tahun terakhir," ujar Stephanie Davis Vice President Google Southeast Asia dilansir dari blog resmi Google, Jumat (13/11/2020).
Sektor e-commerce mencatat pertumbuhan paling cepat selama masa pandemi ini. Laporan tersebut menyebut bahwa transaksi e-commerce mencapai USD 62 miliar di tahun ini, dan diprediksi mencapai USD 172 miliar pada 2025.
Lihat Juga :