Ilmuwan Australia Kembangkan Mesin Prediksi Terjadinya Kardiovaskular
Sabtu, 07 November 2020 - 21:03 WIB
Untuk mendeteksi penyakit tersebut, para peneliti menggunakan algoritma pembelajaran mesin untuk menganalisis kumpulan data hingga mendapatkan hasil yang dapat diandalkan. Tingkat akurasi model ini mencapai 79-88% sehingga masuk dalam kategori prediksi medis.
Para peneliti mengatakan bahwa menganalisis lebih banyak data dan lebih cepat dapat menyempurnakan model pembelajaran mesin sekaligus meningkatkan akurasinya. Dengan begitu, dokter dapat menggunakannya untuk menangani pasien diabetes tipe 2.
Baca juga : Hati-Hati! Ini Beberapa Tips Berkendara di Tengah Guyuran Hujan
Para ilmuwan percaya bahwa temuan ini juga bermanfaat bagi perusahaan asuransi kesehatan, baik pemerintah dan swasta. Aplikasi yang dapat digunakan adalah pengembangan program manajemen kesehatan untuk pasien yang berisiko tinggi mengembangkan berbagai penyakit kronis.
Diabetes tipe 2 memiliki keterkaitan dengan gaya hidup. Meski ada pengecualian, hal itu berkembang karena orang menyalahgunakan makanan, minuman, dan alkohol yang tidak sehat.
Para peneliti mengatakan bahwa menganalisis lebih banyak data dan lebih cepat dapat menyempurnakan model pembelajaran mesin sekaligus meningkatkan akurasinya. Dengan begitu, dokter dapat menggunakannya untuk menangani pasien diabetes tipe 2.
Baca juga : Hati-Hati! Ini Beberapa Tips Berkendara di Tengah Guyuran Hujan
Para ilmuwan percaya bahwa temuan ini juga bermanfaat bagi perusahaan asuransi kesehatan, baik pemerintah dan swasta. Aplikasi yang dapat digunakan adalah pengembangan program manajemen kesehatan untuk pasien yang berisiko tinggi mengembangkan berbagai penyakit kronis.
Diabetes tipe 2 memiliki keterkaitan dengan gaya hidup. Meski ada pengecualian, hal itu berkembang karena orang menyalahgunakan makanan, minuman, dan alkohol yang tidak sehat.
(fan)
Lihat Juga :